Yenny Wahid: Pendekatan Kesejahteraan Efektif Tangkal Radikalisme

Yenny Wahid Mengatakan,Pendekatan Kesejahteraan Efektif Tangkal Radikalisme.

Yenny Wahid: Pendekatan Kesejahteraan Efektif Tangkal Radikalisme
Dokumentasi Wahid Foundation
Direktur Wahid Foundation, Yenny Zannuba Wahid (tengah), dalam diskusi bertajuk Media dan Peran Membangun Toleransi Pasca Pemilu 2019, di Rumah Pergerakan Gus Dur, Kamis (9/5/2019) 

WARTA KOTA, PALMERAH---- Pendekatan kesejahteraan efektif tangkal radikalisme.

Hal itu diungkapkan Direktur Wahid Foundation, Yenny Zannuba Wahid, dalam diskusi bertajuk Media dan Peran Membangun Toleransi Pasca Pemilu 2019, di Rumah Pergerakan Gus Dur, Kamis (9/5/2019).

Yenny Wahid mengatakan, dari sejumlah riset dan survei Wahid Foundation (WF) mencatat, salah satu faktor utama penyebab intoleransi adalah perasaan terpinggirkan dan terampas dari kehidupan sosial, politik atau ekonomi, disebut juga sebagai perasaan teralineasi dan terdeprivasi.

Harga Bitcoin Segera Naik Lagi, Penjelasan Bank Pedagang Uang Digital

Misalnya, penilaian atau perasaan di lingkungan sebagaian umat Islam Indonesia bahwa ekonomi orang Islam lebih buruk, Muslim diperlakukan tak adil atau suara nonmuslim lebih berpengaruh dibanding umat Islam.

"Bisa dipahami jika perasaan semacam ini dapat kian memperbesar lewat informasi berisi berita palsu atau ujaran kebencian yang beredar di media sosial," kata Yenny dalam keterangan tertulisnya.

Apalagi masih dijumpai ketimpangan ekonomi dan sosial di tengah masyarakat.

"Disinilah media sosial dan perusahaan pers berperan besar dalam mengurangi intoleransi," kata Yenny.

Mudik ke Yogyakarta atau Surabaya, Lebih Murah Naik Mobil Pribadi atau Pesawat?

Yenny mengatakan, dari Survei Nasional Tren Toleransi dikalangan Perempuan Muslim Indonesia 2017, mencatat 14,8 persen responden mengalami perasaan terdeprivasi, sekitar 24 juta Muslim jika diproyeksikan dengan 164 juta pemilih Muslim di tanah air.

"Jumlah mereka yang netral artinya antara merasa terdeprivasi atau tidak, lebih banyak lagi, 57,5 persen atau sekitar 94 juta muslim," kata Yenny.

Namun demikian, putri kedua mendiang mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid ini mengaku intoleransi menjadi ekfektif karena praktik politisasi identitas atau bahkan politisasi kebencian terhadap kelompok yang berbeda.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved