Kolom Suprapto

Terungkap Jejak Digital Dokter Gugat Kematian KPPS, Foto dan Video Viral Ungkap Siapa Ani Hasibuan

Jejak kaki di pasir akan terhapus dengan datangnya air pasang, tetapi jejak digital akan bertahan selamanya.

Terungkap Jejak Digital Dokter Gugat Kematian KPPS, Foto dan Video Viral Ungkap Siapa Ani Hasibuan
@anihasibuan1974
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. 

Foto-foto Ani Hasibuan memakai pakaian putih dengan logo garuda merah mirip seragam timses Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno pun ada. 

Ani Hasibuan pun menunjukkan tangannya sebagai bentuk dukungan kepada pasangan Pilpres nomor 02.

Di sebuah laman berita, Ani Hasibuan mengaku memiliki kecenderungan politik tertentu, tetapi apa yang ia lakukan terkait tewasanya ratusan penyelenggara Pemilu 2019 semata-mata karena kemanusiaan.

Bisa jadi apa yang dilakukan Ani Hasibuan yang mengusulkan pengusutan kasus tewasnya ratusan penyelenggara Pemilu itu urusan pribadi dan benar didorong oleh kepengan kemanusiaan.

Tetapi, ada era digital seperti sekarang ini, orang akan dengan mudah dan sangat cepat untuk mengetahui track record seseorang.

Netizen atau warganet hanya dalam hitungan detik akan bisa langsung mengungkap jejak digital seseorang dan menunjukkan siapa dr Ani Hasibuan.

Karena itu, apa yang telah diingatkan Erik Qualman sekitar 7 tahun lalu, bisa menjadi pegangan kita dalam beraktivitas di dunia maya.

Jejak kaki di pasir akan terhapus dengan datangnya air pasang, tetapi jejak digital akan bertahan selamanya. 

Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram.
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. (@anihasibuan1974)
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram.
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. (@anihasibuan1974)
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram.
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. (@anihasibuan1974)
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram.
Foto dr Ani Hasibuan yang diunggah di akun instagram. (@anihasibuan1974)

Komunitas Dokter Tuntut Pengusutan KPPS Korban Pemilu 2019

Beberapa dokter yang tergabung dalam Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa menuntut pemerintah untuk membuat tim gabungan pencari fakta independen untuk mengusut kematian ratusan anggota KPPS.

Para dokter tersebut didampingi oleh advokat Elza Syarief.

Para dokter ini beralasan tim kematian 500 lebih petugas KPPS, Panwaslu, dan Polri merupakan sebuah bencana kesehatan nasional.

“Menuntut pemerintah menyatakan hari berkabung nasional dengan memasang bendera Merah Putih setengah tiang sampai dengan tanggal 22 Mei 2019,” ujar Bakta, seperti diberitakan tribunnews.

Bakta adalah perwakilan Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa, Bakta.

Dia mengatakan itu  di Kantor Hukum Elza Syarief, Jln Latuharhary, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Mereka meminta pemerintah agar membentuk tim gabungan pencari fakta independen.

Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa turut meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengeluarkan surat autopsi kepada seluruh korban.

“Menuntut dan mendesak Kapolri untuk mengeluarkan surat perintah autopsi kepada dokter forensik se-Indonesia pada semua korban,” tutur Bakta.

Selain itu, mereka menuntut agar para korban diberikan santunan. Pemerintah dinilai wajib memberikan itu kepada keluarga korban.

Mereka juga mendorong Komnas HAM untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM yang dialami para korban.

“Dan membawa kasus tersebut ke forum internasional, Mahkamah Internasional dan Dewan HAM PBB,” kata Bakta.

Seperti diketahui, 554 orang petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia. Junlah tersebut terdiri atas anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panwaslu, dan Polri.

Dari jumlah sementara, 440 anggota KPPS meninggal dunia. Ditambah 3.788 anggota KPPS yang sakit.

* Sebagian materi tulisan ini diambil dari tulisan artikel Suprapto berjudul Media Sosial: Hoax, Pedang Bermata Dua, dan Ancaman Dunia Pariwisata dalam buku berjudul Jurnalisme Pariwisata (2019).

Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved