Pemilu 2019

Fahri Hamzah Komentari Wiranto Soal Pembatasan Bicara Untung Saya Anggota DPR Kalau Enggak Dibui Nih

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan komentar atas pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

Fahri Hamzah Komentari Wiranto Soal Pembatasan Bicara Untung Saya Anggota DPR Kalau Enggak Dibui Nih
Wartakotalive.com/Adhy Kelana
Fahri Hamzah dihadirkan oleh pengacara Ratna untuk menjadi saksi pertama, Selasa (7/5). 

Fahri Hamzah komentari Menkopolhukam Wiranto soal akan bentuk tim hukum untuk mengkaji ucapan para tokoh soal people power.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan komentar atas pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Hal ini disampaikan Fahri Hamzah saat menjadi narasumber di acara CNN Indonesia, Rabu (8/5/2019).

Mahfud MD Diajak Wiranto Masuk Tim Bantuan Hukum yang Dibentuknya

Mulanya, pembawa acara bertanya soal kebebasan di media sosial yang bisa dianggap melanggar hukum.

"Bang Fahri ini untuk misalnya gini kalau kebebasan berekspresi harus diatur dan kemudian kalau yang memang masih dalam koridor yang melanggar hukum sebenarnya tidak apa-apa sebenarnya mengenai itu," tanya pembawa acara.

Fahri Hamzah lalu mengatakan bahwa ia mencurigai adanya perusak demokrasi dengan adanya aturan-aturan pelanggaran pasca pemilu dari media-media.

Wiranto Bakal Bentuk Tim Kajian Ucapan Para Tokoh, Sandiaga Uno: Cara Usang Zaman Old

"Jadi gini, cara berpikirnya mesti dibalik, saya mencurigai yang merusak ini kan pikiran dari dalam negara, siapa yang bilang pikiran dari Pak Yunanto (staf Menkopolhukam) itu benar," ujar Fahri Hamzah.

"Siapa bilang pikirannya itu tidak perlu diedit dan membahayakan negara, siapa bilang di pikiran pejabat itu yang disumpah untuk tidak berbohong itu tidak membahayakan kehidupan negara."

"Siapa yang memberi hak pada Anda dalam pemerintah untuk mengedit fikiran publik sementara publik tidak punya hak mengedit pikiran Anda."

Fahri lalu mengatakan bahwa yang seharusnya diedit adalah pembicaraan pada aparat negara bukan dari masyarakat yang dibatasi.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved