Sabtu, 11 April 2026

Begini Cara Warga RW 06 Kebon Bawang Meriahkan Bulan Ramadan

Momen bulan Ramadan dimanfaatkan warga RW 06 KEbon bawang, Tanjung Priok, jakarta Utara dengan cara menggelar 'Bazar Ramadan'.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Warga memadati Pusat Jajanan Takjil di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/5/2019) 

Momen bulan Ramadan dimanfaatkan warga RW 06 KEbon bawang, Tanjung Priok, jakarta Utara dengan cara menggelar 'Bazar Ramadan'.

Sejak awal bulan Ramadan suasana dan pemandangan di Jalan Kebon Bawang VI, tepatnya di depan Kantor RW 06, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tampil beda dengan banyaknya penjaja takjil. 

Pusat Jajanan Takjil yang bertajuk 'Bazar Ramadan' itu berisi sekitar 20 pedagang yang merupakan warga RW 06 Kelurahan Kebon Bawang. Mereka menjajakan makanan dan minuman mulai pukul 15.00 selama bulan Ramadan. 

Jadi Ikon, Sentra Takjil Benhil Terlengkap di Jakarta Pusat

Makanan yang dijual dan diburu pembeli kebanyakan gorengan, kolak, dan kue. Tidak hanya makanan ringan, sebagian pedagang juga terlihat menjual lauk-pauk seperti ayam goreng, ikan balado dan sayur dalam berbagai rupa.

Seorang pembeli, Tika (24,) mengatakan kehadiran pusat jajanan takjil semacam ini sangat membantu. Pasalnya ia tidak perlu lagi memasak di rumah usai bekerja seharian untuk persiapan berbuka puasa. 

“Sebenernya sih sekalian pulang kerja aja mampir beli makanan. Habisnya kalau nunggu pulang terus masak lagi kelamaan, ini kan praktis ya,” ucapnya, Rabu (8/5/2019).

Anies Baswedan Menyiapkan Takjil Sebelum Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal

 Pembeli lainnya, Hendra (32) mengatakan pusat jajanan tersebut sudah ada sejak lama. Setiap tahunnya, Hendra mengaku ke tempat tersebut untuk membeli hidangan berbuka puasa karena pilihannya yang sangat lengkap.

“Ini udah lama ada, udah bertahun-tahun. Saya emang rutin datang ke sini nyari 'bukaan' soalnya banyak pilihannya ya,” katanya. 

5 Filosofi Kolak, Tak Sekedar Takjil Tapi Punya Makna yang Mendalam

Harga yang ditawarkan para pedagang di tempat tersebut bisa dibilang ramah di kantong. Berbagai jenis gorengan seperti bakwan, tahu, dan tempe dijual dengan harga Rp 5.000 per tiga buah.

Sementara untuk lontong isi sayur, dan martabak kebanyakan dijual para pedagang seharga Rp 2.000 per buah. Khusus untuk mi goreng, kwetiaw, dan lain-lain dijual dengan harga Rp 5.000 per bungkus.
 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved