Pilpres 2019

Sejumlah Pria Misterius Bermotor Kerap Memotret Baliho Prabowo-Sandi di Bekasi, Lalu Pergi

MESKI sempat menimbulkan protes, dua baliho Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih berdiri tegak di Kota Bekasi.

Sejumlah Pria Misterius Bermotor Kerap Memotret Baliho Prabowo-Sandi di Bekasi, Lalu Pergi
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Baliho Prabowo-Sandi di depan Kompleks Perumahan Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara, Kamis (9/5/2019). 

"Kalau untuk baliho yang terbuat dari bambu (di Jalan Djuanda), itu sudah dipastikan ilegal. Nanti akan kita tertibkan yang seperti itu," ujarnya.

Namun, untuk baliho di depan Kompleks Perumahan Duta Harapan, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, akan dicek dahulu ke lapangan.

Bila tidak berizin, dinas akan memberikan surat peringatan kepada pihak yang memasangnya untuk menurunkan baliho tersebut.

BREAKING NEWS: Kivlan Zen dan Lieus Sungkharisma Dilaporkan ke Bareskrim, Dituding Makar dan Bohong

Namun bila tidak diturunkan, petugas akan menurunkan baliho tersebut tanpa pemberitahuan.

"Standar kita kan surat peringatan sampai tiga kali, ya kalau didiamkan langsung kita tindak," tegas Subroto.

Petugas gabungan telah menertibkan tiga baliho serupa di Kota Bekasi pada Senin (6/5/2019) lalu.

Partai Berkarya Sebut Pemilu 2019 Paling Mematikan, Lalu Minta Jokowi Setop Wacana Ibu Kota Pindah

Pertama, baliho di Jalan Sultan Agung KM 27 (depan PT Denyo), Kecamatan Medansatria; Jalan Sultan Agung (seberang Naga Swalayan), dan Jalan Sultan Agung (depan Masjid Darul Muslimin).

Upaya penurunan baliho Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di depan Kompleks Perumahan Duta Harapan, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, sempat menuai protes.

Bahkan, aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP yang turun di lokasi pada Senin (6/5/2019) lalu, sempat bersitegang dengan warga setempat.

Demonstran Bisa Dipidana Jika Melakukan Hal-hal Ini Saat Aksi Unjuk Rasa di KPU pada 22 Mei

"Sekitar jam 10.00 pagi di Hari Senin sempat ramai ada penolakan warga terkait penurunan baliho Prabowo-Sandi kepada petugas," kata Jakariah, tukang becak yang biasa mangkal di perumahan setempat.

Jakariah memastikan, tidak ada pertikaian antara petugas dengan massa yang berusaha menghalau kedatangan petugas saat itu.

Beberapa warga setempat bahkan membuat berikade agar petugas tidak menurunkan baliho tersebut.

Nilai Aksi Unjuk Rasa Kivlan Zen Tak Bisa Didiamkan, Moeldoko: Berikutnya Ada Ajakan Merdeka

"Enggak lama sih, jam 12.00 siang orang-orang di sana juga sudah bubar," ujarnya.

Menyusul kejadian itu, kata dia, sejumlah warga yang mengaku relawan PAS berbondong-bondong ke lokasi pada malam harinya.

Kedatangan mereka ke sana untuk mengawasi sekaligus menghalau bila petugas berusaha menurunkan baliho tersebut.

Ratna Sarumpaet Mengaku Mulai Kegemukan, Katanya Masa Susahnya Sudah Lewat

"Warga yang datang ada yang dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, Bekasi maupun daerah lain. Tapi sehari setelahnya (Selasa 7/5) warga yang dari luar daerah tidak kembali ke sini untuk mengawasi baliho itu," ungkapnya.

Meski demikian, ujarnya, sejumlah warga sekitar tetap mendatangi ke lokasi hingga Selasa malam.

Kedatangan mereka ke sana untuk mengawasi upaya petugas dalam menertibkan baliho tersebut.

Ini Tiga Pihak yang Berwenang Pegang Formulir C1, Selain Itu Patut Diduga Palsu

"Semalam sih ada yang datang, tapi cuma foto lalu pulang lagi. Nanti enggak lama ada lagi yang datang dan foto doang lalu pulang," bebernya.

Berdasarkan video yang diterima Wartakotalive.com, sejumlah warga sempat melakukan protes kepada petugas.

Video yang berdurasi selama 32 detik ini menampilkan seorang pria yang tengah berdiri di bawah baliho depan Kompleks Perumahan Duta Harapan.

Bachtiar Nasir Tersangka, Polri: Bacanya Berlandaskan Fakta Hukum, Jangan Dipersepsikan Lain

Pria bertopi hitam dan mengenakan baju koko putih ini menolak, bahkan mengucapkan sebuah ancaman dengan nada berapi-api. Berikut ucapan pria tersebut.

"Kalau enggak terima pasang lagi aja yang lain. Kasih tahu yang lain, kita pertahankan spanduk ini paling (ada) mati satu-dua orang."

"Takut amat sih sama spanduk kalian? Marhaban Yaa Ramadan tuh (sambil menunjuk baliho). Orang di Bekasi kita menang kok 64 persen," katanya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved