Kasus Bachtiar Nasir

Bachtiar Nasir Dicekal, Penyidik Polri Panggil Ketiga Kalinya, Jika Mangkir Bisa Dijemput Paksa

Penyidik Polri Cekal Bachtiar Nasir, Dipanggil untuk Ketiga Kalinya, Jika Mangkir Bisa Dijemput Paksa

Bachtiar Nasir Dicekal,  Penyidik Polri Panggil Ketiga Kalinya, Jika Mangkir Bisa Dijemput Paksa
Fitri Wulandari
Ustaz Bachtiar Nasir 

Mabes Polri memastikan telah mengajukan status cegah tangkal (cekal) terhadap mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir ke Ditjen Imigrasi, Kamis (9/5/2019).

Pengajuan cekal ini menyusul ditetapkannya Bachtiar Nasir sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) oleh penyidik kepolisian.

"Ya benar surat permohonan cekal sudah dibuat dan hari ini sudah dikirim ke Ditjen Imigrasi," kata Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada Warta Kota, Kamis (9/5/2019).

Menurutnya dengan pencekalan ini diharapkan agar tersangka tidak berpergian ke luar negeri.

Sebelumnya Dedi mengatakan saat statusnya sebagai tersangka Bachtiar Nasir mangkir dalam dua kali panggilan polisi. Yakni pada 2018 lalu dan pada Rabu (8/5/2019) kemarin.

Karenanya penyidik mengirim surat panggilan ketiga kepada Bachtiar Nasir dan dijadwalkan diperiksa Selasa (14/5/2019).

Jika pada panggilan ketiga Bachtiar juga mangkir, maka penyidik bisa melakukan jemput paksa.

Seperti diketahui polisi telah menetapkan Bachtiar sebagai tersangka kasus TPPU dana YKUS.

Perkara yang menjerat tokoh penggerak Aksi 212 ini merupakan kasus lama yang diselidiki Bareskrim pada 2017.

Dalam kasus ini, Bachtiar mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening YKUS. Namun penggunaannya tidak sesuai dengan status yayasan.

Bachtiar mengklaim dana digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada 2017 lalu.

Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved