Berita Video

VIDEO: Inspeksi Mendadak Pasar Takjil Benhil, Ditemukan Makanan Positif Rhodamine

"Ini kan memang sudah kegaitan rutin setiap tahun, jadi kita lakukan pemeriksan takjil dan pengawasan karena ini merupakan ikon takjil di Jakarta Pusa

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melaksanakan sidak di Sentra Takjil Pasar Benhil bersama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dan Sudin KPKP Jakarta Pusat.

Sidak yang dilakukan ini untuk memeriksa bahan kandungan yang ada di dalam makanan yang dijual oleh para pedagang. Apalagi sentra takjil benhil menjadi sasaran para pemburu takjil disaat menjelang buka puasa.

Keberagaman jenis takjil yang dijajakan, membuat Pemkot Jakpus berupaya agar masyarakat terhindar dari zat-zat berbahaya dalam makanan seperti borak maupun zat lainnya.

VIDEO: Bus Transjakarta Keluar Jalur Tabrak Pohon di Grogol, Diduga Sopir Ngantuk Karena Berpuasa

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi mengatakan jika sidak takjil ini merupakan kegiatan rutin yang kerap kali dilakukan pada saat bulan ramadan. Dirinya bersama pemerintah kota Jakarta Pusat ingin masyarakat terhindar dari makanan yang mengandung zat berbahaya.

"Ini kan memang sudah kegaitan rutin setiap tahun, jadi kita lakukan pemeriksan takjil dan pengawasan karena ini merupakan ikon takjil di Jakarta Pusat," kata Irwandi, Rabu (8/5/2019).

Dikatakan Irwandi, setidaknya ada 45 pedagang takjil musiman yang dilakukan pemeriksan oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan itu didapat 2 sample kerupuk merah yang mengandung rhodamine. Pihaknya pun terpaksa menyita kerupuk tersebut.

VIDEO: Sambangi PBNU, Andre Taulany Dikasih Tasbih oleh KH Said Aqil

Dengan adanya temuan ini pihaknya juga berencana melakukan sidak dibeberapa pasar tradisional, hal itu dilakukan karena ada temuan bahan yang mengandung rhodamine, sehingga dirinya ingin memastikan jika hulu pemasaran bersih dari zat makanan yang berbahaya bagi tubuh.

"Nanti kita juga akan sidang dibeberapa pasar, siapa tahu ada ayam tiren atau tahu yang mengandung formalin dan itu akan kita sidak, intinya kegiatan ini kami ingin melindungi masyarakat sesuai undang-undang," katanya.

Menurutnya dengan status bahan pangan yang sehat akan meningkatkan omset pendapatan para pedagang, karena masyarakat merasa percaya jika makanan yang dijual sehat dan tidak mengandung zat berbahaya.

VIDEO: Bachtiar Nasir Jadi Tersangka, Sandiaga Uno Bilang Tak Bersalah

Terpisah, Kasudin Ketahanan Pangan Kelautan dan perikanan (KPKP) Jakarta Pusat, Bayu Sari Hastuti mengatakan bagi pedagang yang kedapatan bahan pangannya mengandung zat berbahaya, mereka akan dilakukan pembinaan, agar lebih aware untuk memilih bahan makanan.

"Untuk barang kami sita, dan untuk pedagang kami memberikan pembinaan agar lebih memperhatikan saat membeli bahan makanan. Dan jika nanti ditemukan maka akan kami tegur kembali," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved