Evaluasi Aturan Tarif Ojek Online (Ojol), Kemenhub Lakukan Survey di Lima Kota

Evaluasi Aturan Tarif Ojek Online (Ojol), Kemenhub Lakukan Survey di Lima Kota. Simak selengkapnya.

Evaluasi Aturan Tarif Ojek Online (Ojol), Kemenhub Lakukan Survey di Lima Kota
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kalangan pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019). 

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan survei di lima kota untuk mengevaluasi penerapan aturan biaya jasa ojek online yang telah diimplementasikan pada 1 Mei 2019 lalu.

Survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner di lima kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Makassar, dan Surabaya.

"Melalui survey tersebut diharapkan dapat diketahui gambaran secara komprehensif langsung dari masyarakat. Mengenai dampak dari implementasi Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi," kata Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, Rabu (8/5/2019).

 Suara Adian Napitupulu Keok dari Fadli Zon di Dapil Neraka, Ini 9 Nama Lolos ke Senayan

 UPDATE Real Count Pilpres 2019 Pukul 17.30, Jokowi Patahkan Dominasi Prabowo di 2 Provinsi Ini

 UPDATE Terbaru Real Count Pilpres 2019 KPU Sudah 72%, Jokowi Bakal Keok di 7 Provinsi Ini

 UPDATE Terbaru Real Count Pilpres 2019 Sudah 72%, Tak Ada Tanda-Tanda Prabowo Menang

 Foto Artis BCL, Nia Ramadhani dan Ashraf Jadi Misteri Berhantu, Ada Tangan Tak Dikenal Tanpa Kepala

Cara tersebut, lanjutnya, dianggap efektif untuk mengevaluasi uji coba pemberlakuan tarif ojek online yang baru.

Karena pihak Kementerian Perhubungan tidak hanya mendapatkan masukan dari aplikator dan asosiasi pengemudi ojek dan taksi online. Namun juga dari masyarakat sebagai konsumen. Sehingga hasilnya dapat membaca daya beli masyarakat beserta keinginan para pengendara.

“Beberapa waktu ini kami mendengar dari aplikator dan dari asosiasi. Tapi itu belum meng-cover semua aspirasi. Untuk itu agar lebih mendalam kami lakukan penyebaran sekitar 4000 kuesioner di lima kota. Artinya di situ bisa terbaca espektasi atau daya beli masyarakat serta keinginan dari pengendara itu berapa. Dengan dasar (survey) itu kita sangat mungkin melakukan evaluasi tarif,” jelas Budi.

Setelah mendapatkan hasil survei nanti, tambah Budi, akan dilakukan diskusi dengan aplikator serta pihak-pihak terkait lainnya.

“Setelah kita diskusi, hasil dari survei akan kita diskusikan dengan aplikator, dan dengan lainnya. Memang di beberapa kota ada komplain terlalu mahal sehingga order berkurang,” kata Budi.

 Suara Adian Napitupulu Keok dari Fadli Zon di Dapil Neraka, Ini 9 Nama Lolos ke Senayan

 UPDATE Real Count Pilpres 2019 Pukul 17.30, Jokowi Patahkan Dominasi Prabowo di 2 Provinsi Ini

 UPDATE Terbaru Real Count Pilpres 2019 KPU Sudah 72%, Jokowi Bakal Keok di 7 Provinsi Ini

 UPDATE Terbaru Real Count Pilpres 2019 Sudah 72%, Tak Ada Tanda-Tanda Prabowo Menang

 Foto Artis BCL, Nia Ramadhani dan Ashraf Jadi Misteri Berhantu, Ada Tangan Tak Dikenal Tanpa Kepala

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved