Kasus Narkoba

Pengedar Sabu yang Diringkus Polres Tangsel Gunakan Modus Tempel Barang saat Transaksi

Pengedar barang narkotika jenis sabu yang diringkus Polres Tangerang Selatan menggunakan modus tempel barang di tembok atau tiang saat bertransaksi.

Pengedar Sabu yang Diringkus Polres Tangsel Gunakan Modus Tempel Barang saat Transaksi
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Satres Narkoba Polres Tangsel amankan dua orang pengedar sabu dengan barang bukti mencapai 1,023 gram. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM - Pengedar barang narkotika jenis sabu yang diringkus Polres Tangerang Selatan menggunakan modus tempel barang di tembok atau tiang saat bertransaksi.

Hal itu diketahui dari hasil penyidikan polisi kepada dua orang yang diduga mengedarkan sabu, Alvin (20) dan Veranika (25) yang diamankan oleh jajarannya di wilayah Jakarta Barat, 2 Mei 2019 lalu.

"Modus dari tersangka ini, ketika transaksi dengan calon pembelinya tersangka menempelkan sabu di plastik klip kecil ke tiang atau tembok di tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya," kata Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Kresno Wisnu di Mapolres Tangerang Selatan, Selasa (7/5/2019).

Dua Pengedar Sabu Diringkus Polisi, Totalnya Rp 1,5 M

Kedua tersangka berhasil terendus polisi setelah dilakukannya pengembangan atas peredaran narkoba di wilayah Tangerang Selatan.

Alvin dibekuk petugas saat berada di pinggir Jalan Satu Maret, Kampung Bulak Simpul, Pegadungan, Kalideres Jakarta Barat.

Sedangkan Veranika diamankan ketika polisi mendatangi kontrakan di Kampung Bulak Simpul untuk menggeledah dan mengumpulkan barang bukti.

Dari hasil penggeledahan, terkumpul sabu seberat 1.023 gram yang sudah terbungkus plastik klip dan tiga alat timbangan.

Ditemukan juga kantung teh warna hijau yang didug digunakan untuk menaruh sabu tersebut.

"Tersangka adalah penjual di mana yang pemilik modal menitipkan barang ke para tersangka ini dan tersangka menjualnya," ujar Wisnu.

Kini suami dari Veranika sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) karena diduga kuat ikut terlibat dalam peredaran barang terlarang ini.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved