Sidang First Travel

Jamaah First Travel Tinggal Tunggu Ketuk Palu Hakim, Apakah Setuju Atau Menolak Gugatan Soal Aset

Jawabannya, pertama, Andika masih mau memberangkatkan jemaah. Kedua, Kejaksaan tidak membahas masalah aset.

Jamaah First Travel Tinggal Tunggu Ketuk Palu Hakim, Apakah Setuju Atau Menolak Gugatan Soal Aset
Warta Kota/Gopis Simatupang
Jamaah di sela sidang lanjutan gugatan jemaah terhadap aset First Travel yang disita Negara di PN Depok, Cilodong, Kota Depok, Selasa (7/5/2019). 

Jamaah korban First Travel kini tinggal menunggu ketukan palu hakim, apakah menerima atau menolak gugatan mereka menyusul telah didengarkannya jawaban dari Andika Surachman, bos agen perjalanan First Travel.

Sidang perdata gugatan jamaah terhadap aset First Travel yang disita negara ini digelar di Pengadilan Negeri Depok di Jalan Raya Boulevard GDC, Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Selasa (7/5/2019)

Dalam perkara ini,  Andika Surachman, berlaku sebagai tergugat serta pihak Kejaksaan Negeri Depok sebagai turut tergugat.

Sebelumnya gugatan jamaah  telah dibacakan dalam sidang pada 23 April 2019 lalu.

Sebelum sidang, kuasa hukum jamaah, Riesqi Rahmadiansyah, mengatakan bahwa jemaah sangat ingin mendengar jawaban pihak Andika serta Kejaksaan.

Jamaah menuntut Negara mengembalikan aset First Travel untuk jamaah atau jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah untuk menunaikan umrah.

“Harapan kami jawaban pihak tergugat dan Kejaksaan senada, yaitu berkomitmen untuk keberangkatan jamaah,” ujar Riesqi di PN Depok.

Dikatakannya, sesuai Pasal 3 Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, aset yang disita oleh Negara tidak boleh menyentuh ranah pribadi.

“Di sini ada pembatasan aset pribadi dengan aset PT. Ada dugaan bahwa aset yang disita itu sudah berpindah tangan dan berkeliaran di jalan,” kata Riesqi.

Andika, lanjutnya, sudah pernah menyatakan secara langsung bahwa untuk memberangkatkan jamaah hanya dua aset yang perlu dikembalikan, yaitu PT Intercultur dan uang pribadi sebesar Rp 8,9 miliar. Akan tetapi, keberadaan PT Intercultur sudah ada di pihak ketiga.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved