Bulan Suci Ramadan

Jakarta Islamic Center Dihiasi dengan Lukisan Bernilai Filosofis Berukuran Raksasa

Ini filosofinya untuk mengingatkan kepada umat manusia, takut lah kepada Allah SWT, sujud lah kepadanya.

Jakarta Islamic Center Dihiasi dengan Lukisan Bernilai Filosofis Berukuran Raksasa
Warta Kota/Junianto Hamonangan
lukisan tersebut memberikan gambaran ‘membolongkan langit’ seperti yang selama ini disampaikan oleh ulama. 
Sebuah lukisan raksasa menghiasi Jakarta Islamic Centre (JIC), Jakarta Utara.
Lukisan sarat makna tersebut memiliki pesan agar umat Islam selalu berbuat kebaikan dengan mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Lukisan raksasa tersebut berada di lokasi yang strategis yakni di lobi utama Masjid JIC.
Lukisan itu berukuran panjang 10 meter dan lebar 5 meter dengan proses pengerjaan sudah memasuki hari ke-4 dari 10 hari yang direncanakan.
Lukisan dengan aliran semi abstrak itu menggambarkan sebuah Alquran pada bagian tengah dengan tulisan Ikuti Perintah-Nya Jauhi Larangan-Nya berlatar belakang luar angkasa yang didominasi warna hitam.

Orang yang berada di balik lukisan tersebut adalah Paolo Tongga (54).
Menurut Paolo, filosofi lukisan itu mengingatkan kepada umat manusia untuk berbuat kebaikan dengan mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

“Ini filosofinya untuk mengingatkan kepada umat manusia, takut lah kepada Allah SWT, sujud lah kepadanya,” ungkap Paolo, Selasa (7/5).

Paolo menceritakan, lukisan tersebut memberikan gambaran ‘membolongkan langit’ seperti yang selama ini disampaikan oleh ulama dan kyai di mana amal ibadah yang dilakukan dapat menembus langit.

“Jadi, kalau kita taqwa ke masjid, kita salat di masjid dengan khusyuknya, sampai kita bisa mengeluarkan air mata, air mata itu bisa memadamkan api neraka, dan kita bisa masuk ke sadatul muntaha,” kata Paolo.

Sementara tempelan-tempelan yang ada di lukisan tersebut menggambarkan planet-planet di luar angkasa. Ada juga masjid di antara Alquran dan planet Bumi yang menggambar rumah Allah SWT.

“Jadi itu langit bolong, itu siratul muntaha, baru sorot itu akan menyinari ke masjid, di masjid itu adalah rumah Allah SWT, sujud lah di situ, berbuat kebaikan lah di situ, tapi bukan akting. Sampai kita betul-betul serahkan jiwa kita ke maha kuasa,” ucapnya. 
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved