Kasus Bachtiar Nasir

Bachtiar Nasir Jadi Tersangka Kasus Lama, Apa Alat Bukti yang Dimiliki Polisi?

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Bachtiar Nasir akan dipanggil terkait kasus penyalahgunaan dana yayasan.

TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Bachtiar Nasir berorasi di depan ratusan pendukung Prabowo-Sandi dalam acara syukuran kemenangan di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019). 

SURAT pemanggilan polisi terhadap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir dalam kapasitasnya sebagai tersangka, beredar viral.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Bachtiar Nasir akan dipanggil terkait kasus penyalahgunaan dana yayasan.

"Surat panggilan (kepada Bachtiar Nasir) itu betul. Terkait menyangkut masalah penyalahgunaan dana yayasan," ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

BREAKING NEWS: Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang

Bachtiar Nasir diduga terlibat dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut kasus yang menjerat Bachtiar Nasir merupakan kasus lama pada 2017 silam.

Penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka pun, kata dia, lantaran penyidik telah memiliki alat bukti. Namun, ia belum merinci perihal alat bukti yang dimiliki penyidik.

Bachtiar Nasir Jadi Tersangka, Berawal dari Aliran Uang ke Suriah yang Diduga Terkait ISIS

"Sekarang penyidik tentunya memiliki alat bukti, oleh karenanya dalam panggilan itu statusnya sudah sangat jelas. Nanti akan diklarifikasi terkait beberapa temuan-temuan penyidik," tuturnya.

Disinggung mengenai sudah ditemukannya penggunaan dana tersebut oleh Bachtiar Nasir, Dedi Prasetyo menyebut pihaknya akan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan saat dipanggil besok.

"Ya tentunya penyidik sudah mempunyai alat bukti ke sana. Oleh karenanya penyidik akan meminta keterangan yang bersangkutan, mengklarifikasi data-data dan alat bukti besok," tutur jenderal bintang satu itu.

Fahri Hamzah Baru Tahu Real Count KPU Tak Diatur Undang-undang, Ia Takutkan Ini Jika Tidak Ditutup

"Nanti akan didalami, karena besok baru dilakukan pemeriksaan," sambungnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved