Terorisme

Ada Kelompok Teroris Lain Yang Tunggu Momen Unjuk Rasa dan People Power Untuk Beraksi

Ada Kelompok Teroris Lain Yang Tunggu Momen Unjuk Rasa dan People Power Untuk Beraksi

Ada Kelompok Teroris Lain Yang Tunggu Momen Unjuk Rasa dan People Power Untuk Beraksi
ISTIMEWA
Sejumlah anggota Densus 88 Antiteror melakukan penggerebekan terhadap dua terduga teroris di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019). 

Tim Densus 88 Antiteror membekuk 6 orang terduga teroris yang merupakan satu kelompok pada 4 dan 5 Mei 2019 lalu.

Kelompok ini adalah jaringan inti JAD Lampung yang dipimpin Solikin alias SL, dan sangat terstruktur.

Mereka berencana melakukan amaliah terhadap polisi serta menunggu aksi unjuk rasa atau people power terkait pemilu.

Momen itu akan dijadikan kelompok ini melakukan pengeboman baik dengan bom bunuh diri mapun bom sumbu yang dilempar.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan Tim Densus 88 masih bekerja untuk mengungkap kelompok lainnya jaringan kelompok ini.

"Kelompok ini terstruktur dan pisah-pisah. Artinya kelompok SL ini tersendiri, tapi ada kelompok lain juga yang terstruktur sendiri. Mereka memiliki afiliasi yang sama yaitu ke ISIS dan memiliki ideologi yang sama," kata Dedi, Selasa (7/5/2019).

Kelompok lain itu katanya juga akan melakukan amaliah dengan sasaran polisi dan berencana memanfaatkan momentum tertentu.

"Terutama unjuk rasa yang chaos atau berakhir ribut maka dia di situ akan masuk dan melakukan aksi terorisme atau aksi serangannya," kata Dedi.

Sejumlah anggota Densus 88 Antiteror melakukan penggerebekan terhadap dua terduga teroris di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019).
Sejumlah anggota Densus 88 Antiteror melakukan penggerebekan terhadap dua terduga teroris di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019). (ISTIMEWA)

Oleh karenanya, kata Dedi, Densus 88 dan Satgas Anti Radikalisme dan Terorisme di seluruh Polda terus melakukan monitoring secara intensif terhadap pergerakan kelompok-kelompok tersebut.

"Kita harus mewaspadai juga lone wolf-lone wolf atau sleeping sel yang tidak terstruktur yang akan melakukan aksi-aksi terorisme," katanya.

Menurut Dedi dengan adanya UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang terorisme maka Densus 88 dalam rangka memitigasi secara maksimal serangan terorisme ini bisa melakukan tindakan preventif straight.
"Seperti yang dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu kemarin terhadap kelompok SL ini," kata Dedi.

Menurutnya Densus 88 masih bekerja terus dan akan melakukan langkah-langkah mitigasi secara maksimal.

"Supaya jangan sampai aksi terorisme ini terjadi pada momentum momentum tertentu," kata Dedi

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved