Bulan Suci Ramadan

Sejarah Masjid Agung Al Jihad Ciputat Sempat Jaya dan Dikunjungi Tokoh Besar

Masjid Agung Al Jihad ternyata memiliki cerita panjang sebagai masjid tertua yang berada di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan

Sejarah Masjid Agung Al Jihad Ciputat Sempat Jaya dan Dikunjungi Tokoh Besar
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Masjid Agung Al Jihad, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (6/5/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM - Masjid Agung Al Jihad ternyata memiliki cerita panjang sebagai masjid tertua yang berada di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan.

Koordinator Masjid Agung Al Jihad, Syarifudin menceritakan awal mula berdirinya masjid yang pernah menjadi ikon untuk adzan di stasiun televisi TVRI ini.

"Lahirnya kurang lebih tahun 1925 awalnya masih surau setelah itu baru menjadi mushalla," ujar Syarifudin saat ditemui Warta Kota, Senin (6/5/2019).

Masjid Al Azhar Bekasi Siapkan 500 Paket Nasi Buka Puasa

Masjid Babah Alun Siapkan 100 Paket Buka Bersama

Masjid Agung Al Jihad Ciputat Punya Program Remaja Khatam Al Quran Selama Ramadan 1440

Masjid Jami Al-Azhar Bekasi Undang Ustadz Adi Hidayat (UAH) Isi Ceramah Tarawih

Dilanjutkan Syarifudin, terdapat seorang keturunan arab yang mewakafkan tanahnya.

Kemudian baru lah mushalla itu menjadi masjid yang diberi nama Masjid Jami Ciputat.

"Menaranya dulu sangat ikonik, bentuknya unik makanya pernah masuk TVRI saat adzan," terangnya.

Sewaktu masih tergabung di Provinsi Jawa Barat, masjid ini sempat meraih predikat Masjid Terbaik di Jawa Barat Tingkat Desa.

Pada tahun 1999 Masjid Jami Ciputat baru mengganti surat-suratnya sekaligus mengganti nama menjadi yayasan Masjid Agung Al Jihad.

Areal tempat salat Masjid Agung Al Jihad, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (6/5/2019).
Areal tempat salat Masjid Agung Al Jihad, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (6/5/2019). (Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan)

Saat ini Masjid Agung Al Jihad memiliki dua lantai dengan satu gedung serba guna.

Pantauan Warta Kota, interior Masjid Agung Al Jihad terkesan megah dengan puluhan pilar bermotif marmer.

Pada bagian tengahnya terdapat lampu kristal dengan motif awan dan kaligrafi pada bagian sekeliling temboknya.

Syarifudin juga mengenang sejumlah tokoh besar yang pernah singgah di masjidnya.

Satu di antaranya adalah ulama dan penulis novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Buya Hamka.

"Buya Hamka pernah ke sini, solat ke sini, ngasih ceramah di sini. Zainudin MZ juga pernah ceramah di sini sewaktu diundang remaja-remaja Al Jihad," ujar Syarifudin.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved