RSUD Kramat Jati Menjelaskan Kalau Tak Ada Pasien BPJS Kesehatan yang Terbengkalai

Pemberhentian kerja sama itu terkait sertifikat akreditasi yang harus diperbarui oleh RSUD Kramat Jati.

RSUD Kramat Jati Menjelaskan Kalau Tak Ada Pasien BPJS Kesehatan yang Terbengkalai
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ilustrasi pelayanan kesehatan di RSUD. 

Kepala RSUD Kramat Jati, Dr Purbo Antarsih MKes, MARS menyampaikan, meski sementara waktu BPJS Kesehatan memberhentikan layanan kepada RS yang dipimpinnya, namun pihaknya tetap melayani pasien.

Pemberhentian kerja sama itu terkait sertifikat akreditasi yang harus diperbarui oleh RSUD Kramat Jati.

"Masih ada, masih banyak. Jadi itulah kondisi lapangan yang membuktikan kalau kami masih bisa melayani," kata Purbo di RSUD Kramat Jati, Senin (5/6).

Pasien BPJS Kesehatan tetap bisa dilayani dengan syarat, membawa surat rujukan dari puskesmas.

Terkait akreditasi, pada tanggal 2-4 Mei 2019 lalu, tim dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan surveyor sudah melakukan pengecekan guna melakukan uji kelaikan agar akreditasi RSUD Kramat Jati bisa memenuhi standar untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

"Semua dari hari pertama sampai hari terakhir adalah proses pemeriksaan, cek lapangan, apakah sesuai prosedur atau tidak. Kami berupaya keras agar bisa memenuhi standar untuk lolos akreditasi. Bukan bearti kami milik pemerintah tapi tenang-tenang saja, tidak. Kami tetap harus berusaha," jelasnya.

Akreditasi bertujuan untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan maupun RS. Akreditasi menjamin pelayanan kesehatan yang diberikan bermutu sesuai standar.

Hal ini ditegaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 tahun 2015 tentang perubahan Permenkes Nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan, tertulis bahwa fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan wajib memiliki sertifikasi akreditasi.

Sementara menurut Pasal 40 UU No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Akreditasi wajib dilakukan RS secara berkala minimal 3 tahun sekali.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved