Breaking News:

Mutiara Ramadan

Makna Lapar Saat Puasa

Bernarkah laparnya orang berpuasa berbeda dengan yang tidak puasa? Begini penjelasan KH Cholil Nafis Ketua Komisi Dakwah MUI

Editor: Dian Anditya Mutiara
Dokumentasi KH Cholil Nafis
KH. Cholil Nafis, Lc., Ph D, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat dan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PB NU. 

Tak pernah kenyang

Niat dari hati dan pikiran, lalu menjalar ke seluruh sistem sel tubuh yang akan memberi kekuatan dari tarikan haus dan lapar.

Dalam psikologi, niat disebut juga motif yang kemudian mewujud dalam sikap dan perilaku seseorang.

Menurut Winkel (1996), motif adalah daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu demi mencapai suatu tujuan.

Ada juga yang mengatakan motif adalah suatu keadaan, kebutuhan, atau dorongan dalam diri seseorang, disadari atau tidak yang membawa kepada terjadinya suatu perilaku.

Imam IbnulQayyim berkata, "Niat adalah ruh amal, inti, dan sendinya. Amal itu mengikuti niat. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Dan amal menjadi rusak karena niat yang rusak." (I'lamulMuwaqqi'in VI/106).

Karena itu, dalam berpuasa niat menjadi satu hal yang wajib dilakukan. Tanpa niat, puasa tidak sah karena tidak memiliki motif spiritual untuk Allah SWT.

Karenanya, saat kita telah niat berpuasa, saat bersamaan telah meneguhkan tekad untuk menjauhkan larangan Allah dan menjalankan perintah-Nya.

Janganlah berpuasa hanya terasa lapar dan haus tanpa bekal batin apapun. Kondisi lapar saat berpuasa mengandung pesan agar kita selalu "menyisakan rasa" untuk memahami saudara-saudara kita yang kesusahan setiap harinya.

Nabi Muhammad SAW ternyata dalam keseharian tak pernah merasakan kenyang. Kesaksian istri tercintanya, Siti Aisyah RA, mengatakan, "Keluarga Muhammad SAW tidak pernah kenyang dari roti gandum selama dua hari berturut-turut sampai Rasulullah SAW meninggal." (HR Muslim). (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved