Operasi Tangkap Tangan

MA Berhentikan Sementara Hakim Kayat Setelah KPK Tetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap

MA Berhentikan Sementara Hakim Kayat Setelah KPK Tetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap

MA Berhentikan Sementara Hakim Kayat Setelah KPK Tetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
TIBA DI JAKARTA - Lima orang yang diamankan dalam OTT KPK di Balikpapan pada Jumat (3/5/2019) kemarin, tiba di kantor KPK pada Sabtu (4/5/2019) pagi untuk menjalani pemeriksaan intensif. 

Mahkamah Agung (MA) langsung mengambil keputusan setellah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan seorang hakim dalam operasi tangkap tangan.

MA menghentikan sementara Kayat alias KYT, hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

Ia diberhentikan setelah KPK menetapkan status tersangka kasus dugaan suap senilai Rp 500 juta untuk membebaskan terdakwa kasus pemalsuan surat, Sudarman.

"Jadi karena sudah ditetapkan oleh KPK jadi akan diusulkan diproses untuk pemberhentian sementara kepada Ketua Mahkamah Agung. Sambil KPK menangani proses hukumnya," kata Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro.

Jika status hukum Kayat inkrah, yang bersangkutan langsung dihentikan tetap dari profesi sebagai hakim.

Kini MA menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus tersebut ke KPK.

"Kita percayakan dan serahkan pada KPK untuk proses hukumnya lebih lanjut," ujar Andi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kayat sebagai tersangka kasus suap pemulusan perkara penipuan.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik KPK melakukan gelar perkara.

Selain Hakim Kayat, KPK juga menjerat dua orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Advokat Jhonson Siburian, dan pihak swasta bernama Sudarman alias SDM dalam kasus pemalsuan surat.

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved