Operasi Tangkap Tangan

Daftar Hakim yang Dicokok KPK Sejak 2018, Kayat Jadi yang Pertama Tercokok Tahun Ini

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan sebagai tersangka suap pengurusan kasus pemalsuan surat.

Daftar Hakim yang Dicokok KPK Sejak 2018, Kayat Jadi yang Pertama Tercokok Tahun Ini
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Kayat, hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, mengenakan rompi oranye dan diborgol saat dibawa ke ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019). Kayat terjaring OTT KPK atas kasus suap saat menerima uang senilai Rp 100 juta dari Rosa dan Jhonson di PN Balikpapan. 

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang menghukum hakim Wahyu Widya Nurfitri dengan vonis 5 tahun penjara pada 28 Agustus 2018.

Hakim menyatakan Wahyu bersama panitera pengganti Tuti Atika, terbukti menerima suap Rp 30 juta dari dua advokat, Agus Wiratno dan HM Saipudin, terkait pengurusan perkara perdata wanprestasi yang disidangkan di PN Tangerang.

4. Hakim Merry Purba

Hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan Merry Purba ditangkap dalam OTT yang berlangsung di Medan, pada Agustus 2018.

Dalam dakwaannya, KPK menyatakan Merry menerima SGD 150 ribu dari pengusaha Tamin Sukardi.

Tamin menyuap Merry agar diputus tidak bersalah dalam perkara korupsi pengalihan tanah negara miliki PT Perkebunan Nusantara II, di Deli Serdang, Sumatera Utara.

BREAKING NEWS: Densus 88 Tembak Mati Dua Terduga Teroris di Bekasi, Dua Lagi Kabur Bawa Peledak

Dalam putusannya, Merry adalah satu-satunya hakim yang menyatakan Tamin tidak terbukti bersalah.

Sementara, dua hakim lainnya yang mengadili menyatakan Tamin bersalah. Dalam kasus ini, jaksa KPK menuntut Merry dihukum 9 tahun penjara.

Sebelumnya, KPK menetapkan Kayat, hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan perkara penipuan.

‎Pindah Ibu Kota Butuh Dana Paling Minim Rp 400 Triliun, Jokowi Tak Ingin Bergantung dari APBN

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik KPK melakukan gelar perkara atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (3/5/2019) kemarin.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved