Bulan Suci Ramadan

Bulan Ramadan, Sandiaga Uno Sarankan Elite Politik Fokus Jaga Harga Ketimbang Sibuk Jaga Suara

CALON wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan, meski proses Pemilu 2019 belum selesai, tensi politik bisa kendor di Bulan Ramadan ini.

Bulan Ramadan, Sandiaga Uno Sarankan Elite Politik Fokus Jaga Harga Ketimbang Sibuk Jaga Suara
Tribunnews/Jeprima
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno bersama istri Nur Asia Uno saat menunjukan jari yang sudah tercelup tinta usai pencoblosan tiba di TPS 002 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). 

Sebab, biasanya, ketika memasuki Bulan Ramadan, harga bahan pokok di pasaran melonjak drastis lantaran adanya permintaan yang tinggi.

"Mudah-mudahan berjalan dengan baik sampai akhir Ramadan," harapnya.

Jam Rawan Macet Bergeser

Sementara, polisi memprediksi adanya pergeseran jam rawan macet, terutama saat jam masyarakat masuk dan pulang kerja selama Bulan Ramadan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol M Nasir mengatakan, perubahan itu terjadi lantaran merujuk kepada surat edaran Pemprov DKI Jakarta terkait jam masuk dan pulang kerja kantor.

Biasanya masyarakat akan mulai berangkat menuju kantor pukul 05.30 WIB. Namun, terjadi pergeseran menjadi ke pukul 06.00 WIB.

Empat Orang Misterius Kerap Kunjungi Ruko Tempat Terduga Teroris Digerebek di Bekasi

Polisi pun memprediksi jam kemacetan akan berubah menjadi pukul 06.30 WIB di wilayah Jakarta, karena waktu masuk kantor yang disampaikan pemerintah adalah pukul 08.00 WIB.

"Waktu kepadatan arus lantas akan bergeser yang semula pukul 05.30 WIB (daerah penyangga) sudah ada peningkatan dan di dalam kota sekitar pukul 06.00 WIB, akan bergeser sekitar antara pukul 06.00 WIB (di daerah penyangga) dan pukul 06.30 WIB di dalam kota Jakarta," papar Nasir dalam keterangan tertulis, Minggu (5/5/2019).

Tak hanya jam keberangkatan, Nasir turut memprediksi adanya pergeseran waktu kemacetan saat pulang kantor.

Isu PAN Merapat ke Jokowi, Amien Rais: Saya Jamin Itu Omong Kosong

Biasanya kemacetan akan terjadi di jalanan mulai pukul 17.00 WIB. Namun selama Bulan Ramadan ini, ia memperkirakan waktu kemacetan akan dimulai pada pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Hal itu, kata dia, sejalan dengan penerapan waktu pulang kantor yang turut dipercepat oleh pemerintah saat Bulan Ramadan ini.

"Pulang kantor berdasarkan aturan pemerintah dipercepat pukul 15.00 WIB, jadi pergerakan arus lalu lintas akan ikut bergeser di sekitar pukul 15.00-18.00 WIB," terangnya.

Awal Ramadan

Sebelumnya, sidang isbat yang digelar Kementerian Agama bersama sejumlah pihak menetapkan 1 Ramadan 1440 Hijriah atau hari pertama bulan puasa, disepakati jatuh pada Senin (6/5/2019) hari ini.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam konferensi pers Sidang Isbat di kantor Kementerian Agama, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019).

Ketetapan tersebut disampaikannya merujuk posisi ketinggian hilal yang dilaporkan oleh beberapa petugas rukiyat yang tersebar di 102 titik di 34 provinsi Indonesia.

‎Kronologi Hakim PN Balikpapan Terciduk OTT KPK, Sempat Mengecoh Pakai Keresek Hitam Isi Botol Bekas

Dalam laporan tersebut, diketahui posisi hilal berada pada ketinggian 4 derajat 30 menit 59 detik sampai dengan 5 derajat 42 menit 59 detik. Jarak itu merupakan angka rerata dari seluruh wilayah di Indonesia.

"Semua peserta sidang isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada esok hari 6 mei 2019," kata Lukman Hakim Saifuddin.

Posisi hilal diketahui melalui dua metode, yakni hisab dengan cara penghitungan waktu dan jarak bulan, dan rukiyat melihat secara langsung keberadaan hilal.

Ini Perkara yang Ditangani Hakim PN Balikpapan Hingga Akhirnya Diciduk KPK karena Terima Suap

"Hisab dan rukiyat bukanlah dua metode yang dibenturkan, keduanya adalah metode yang saling melengkapi satu sama lain. Seorang perukiyat harus menguasai hisab, begitu juga hisab, perlu dipastikan melalui metode rukiyat," papar Lukman Hakim Saifuddin.

Hari pertama puasa diharapkannya dapat menjadi momentum untuk menjaga kebersamaan antar- umat muslim di Indonesia.

"Dengan demikian, seluruh Umat Islam akan mengawali puasa di Bulan Ramadan secara bersama-sama. Mudah-mudahan ini sebagai simbol bahwa kita mengawali bulan puasa secara bersama sebagai wujud kebersamaan kita sebagai anak bangsa," paparnya. (Taufik Ismail/Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved