Transportasi

Ada 60 Kali Gangguan Lalu Lintas di Tol Japek Tiap Harinya, Paling Banyak Pecah Ban

Ada 60 Kali Gangguan Lalu Lintas di Tol Japek Tiap Harinya, Paling Banyak Pecah Ban, Kendaraan Mogok, Hingga Kelebihan Kapasitas

Ada 60 Kali Gangguan Lalu Lintas di Tol Japek Tiap Harinya, Paling Banyak Pecah Ban
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Suasana mudik di Jalan Tol Jakarta Cikampek. 

General Manajer PT. Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman menyebut ada sebanyak 60 kali gangguan lalu lintas setiap harinya, di Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Akibatnya seringkali terjadi kemacetan panjang di jalan tol tersebut.

"Ya selain gangguan akibat pembangunan tiga proyek nasional sekaligus, Tol layang Jakarta-Cikampek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT. Juga tiap hari ada saja gangguan lalu lintas di tol Japek," kata Raddy kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Raddy menjelaskan gangguan mulai dari kecelakaan lalu lintas, patas as roda, hingga pecah ban. Tapi, paling banyak, menurut Raddy, yaitu pecah ban hingga 60 persen dari total seluruh gangguan.

"Dalam kondisi tidak ada gangguan saja, kondisi lalu lintas di tol japek padat. Jika ada gangguan seperti truk mogok atau pecah ban jadi menambah kepadatan yang ada," ujarnya.

Menurut dia, mayoritas truk yang mengalami pecah ban adalah kendaraan besar yang disebabkan over kapasitas muatan.

General Manajer PT. Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman.
General Manajer PT. Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Untuk mengatasi dengan cepat gangguan tersebut, pihaknya selalu melakukan patroli dan pemantauan wilayah oleh petugas.

Untuk menanganinya juga pihakny memiliki alat mirip sepatu roda sebagai alat evakuasi truk yang pecah ban ke pinggir jalan untuk diperbaiki.

"Kalau ada yang pecan ban, petugas secepat mungkin mengevakuasi ke bahu jalan atau keluar lajur supaya tidak menimbulkan kemacetan. Jika tak segera ditangani, maka akan menyebabkan kemacetan panjang," kata dia.

Raddy menambahkan Jasa Marga hampir setiap dua pekan sekali bersama dengan kepolisian, dan dinas perhubungan melakukan razia truk over kapasitas muatan. Pasalnya, truk over kapasitas tersebut, berpotensi mengalami pecah ban.

"Bukan pecah ban saja, truk kelebihan muatan menimbulkan masalah lain seperti rawan patah as, hingga merusak infrastuktur jalan karena tekanan berlebihan. Kemudian lambat juga laju kendaraannya, imbasnya terjadi kepadatan di belakang truk," ujar dia.

Sebagai contoh, dua truk besar mengalami patah as dan pecah ban di Tol JORR wilayah Jatiasih beberapa waktu lalu. Jalur menuju ke Tanjung Priyok tertutup oleh dua kendaraan itu.

Imbasnya terjadi kemacetan panjang di Tol Jakarta-Cikampek.

Petugas sampai membuka sodetan di kilometer 14 atau di depan kantor Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek untuk mengalihkan ke jalan arteri.

"Kita juga kan terus lakukan berbagai upaya dalam mengatasi kepadatan itu. Bersama instansi kita kan lakukan pembatasan jam operasional kendaraan berat, pemberlakukan ganjil genap. Maupun rekayasa lalu lintas jika terjadi gangguan dan juga kepadatan," paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved