Bulan Suci Ramadan

Ratusan Warga Tangerang Jalani Tradisi Keramas Merang di Sungai Cisadane Sambut Ramadan

Ratusan Warga Tangerang Jalani Tradisi Keramas Merang di Sungai Cisadane Sambut Ramadan

Ratusan Warga Tangerang Jalani Tradisi Keramas Merang di Sungai Cisadane Sambut Ramadan
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Tradisi keramas merang jelang Ramadan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2019).

Menyambut bulan suci Ramadan, warga Kampung Babakan, Kota Tangerang menjalani ritual tahunan dengan cara membersihkan rambut di Sungai Cisadane atau dikenal dengan nama keramas merang.

Ratusan warga ramai-ramai berkumpul di pinggir Sungai Cisadane untuk keramas menggunakan merang dan membilasnya dengan air Sungai Cisadane.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, tradisi keramas merang sudah menjadi tradisi milik warga Tangerang yang rutin dilakuan menjelang bulan puasa.

"(Keramas merang) dilakukan oleh warga Babakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, ini juga merupakan budaya masyarakat lokal," tutur Arief yang melihat langsung tradisi keramas merang, Sabtu (4/5/2019).

Tradisi keramas merang jelang Ramadan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2019).
Tradisi keramas merang jelang Ramadan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2019). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

Merang adalah bekas tangkai padi yang sudah dibakar kemudian direndam. Sebelum menggunakan sampo, warga sudah lebih dulu menggunakan merang untuk membersihkan rambut.

Tua, muda, sampai anak-anak terlihat ikut meramaikan tradisi keramas merang dengan membersihkan kepala sampai badan menggunakan merang.

Tradisi keramas merang yang dilakukan warga Tangerang diketahui sudah rutin digelar sejak 1990 silam.

"Orangtua kami menggunakan merang buat keramas, tapi merang sudah mulai susah dicari jadi dicampur dengan sampo," ucap warga Kampung Babakan, Indah (36).

Indah juga menyayangkan dengan kondisi Sungai Cisadane yang semakin hari semakin memprihatinkan akibat banyaknya sampah.

"Tapi kami tetap menjalankannya, karena ini sudah seperti tradisi buat kami," imbuh Indah.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved