Pemilu 2019

424 Petugas KPPS Wafat, Fadli Zon: Dulu Ada Kerja Paksa Enggak Meninggal Sebanyak Ini

WAKIL Ketua DPR Fadli Zon merasa heran dengan banyaknya jumlah korban yang jatuh dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

424 Petugas KPPS Wafat, Fadli Zon: Dulu Ada Kerja Paksa Enggak Meninggal Sebanyak Ini
Warta Kota/Istimewa
Fadli Zon 

WAKIL Ketua DPR Fadli Zon merasa heran dengan banyaknya jumlah korban yang jatuh dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Ia menduga ada faktor lain dari tumbangnya mereka saat mengawal rekapitulasi suara di lapangan.

"Itu juga salah satu hal yang sangat aneh, kenapa kok banyak petugas yang meninggal di dalam proses ini?" kata Fadli Zon di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

Ini Alasan Pemerintah Masih Rahasiakan Lokasi Ibu Kota Baru Pengganti Jakarta

"Apa betul karena kelelahan atau ada faktor-faktor lain, atau ada tekanan, atau lainnya? Karena ini berseliweran juga informasi di masyarakat," sambungnya.

Menurutnya, mereka yang tumbang bukan hanya sekadar faktor kelelahan, melainkan ada lah lain yang lebih besar dari peristiwa ini.

"Saya kira ini bukan hanya sekadar faktor kelelahan ya. Banyak orang yang pekerjaannya lebih lelah, yang dulu bahkan ada kerja paksa segala macem, itu ada orang enggak (meninggal) sebanyak ini," tuturnya.

Vanessa Angel Curhat kepada Kuasa Hukumnya: Bang, Kok Aku Diginiin?

Berangkat dari dugaan-dugaannya tersebut, Fadli Zon menilai harus ada penyelidikan terhadap ratusan, bahkan ribuan orang yang meninggal ataupun jatuh sakit.

Sebab, menurutnya, banyaknya petugas penyelenggara Pemilu yang tertimpa musibah di pesta demokrasi tahun ini, terasa janggal.

"Saya kira harus ada penyelidikan terhadap ratusan orang yang meninggal, hampir 500 kalau tidak salah. Dan juga jumlah orang yang sakit ada orang enggak sebanyak ini," beber Fadli Zon.

Amien Rais: KPU Itu Makhluk Politik Buatan Pemerintah Petahana

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespons usulan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, yang meminta agar makam petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia, dibongkar.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved