Pemilu 2019

Putri Pahlawan Demokrasi yang Gugur: Pemilu 2019 Tidak Masuk Akal

Ketua KPU Arief Budiman langsung memberikan santunan kepada keluarga almarhum pada Jumat pagi.

Putri Pahlawan Demokrasi yang Gugur: Pemilu 2019 Tidak Masuk Akal
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Erwiyati, putri almarhum Ketua KPPS TPS 68 Umar Madi, ditemui di rumah duka, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (3/5/2019). 

KELUARGA petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia, meminta pemerintah tak lagi menyelenggarakan pemilihan umum seperti pada 17 April 2019 lalu.

"Saya harap dengan adanya kasus bapak saya yang meninggal ditindaklanjuti, diusut, kenapa?" Ujar Erwiyati, putri almarhum Umar Madi, Ketua KPPS TPS 68, ditemui di rumah duka Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (3/5/2019).

"Kalau memang kelelahan harus direview, kenapa? Apa yang harus direview? Pelaksanaannya. Supaya pelaksanaanya disesuaikan jangan sampai jam kerja, jangan terlalu padat," sambungnya.

Ijtima Ulama Minta Jokowi-Maruf Amin Didiskualifikasi, Sandiaga Uno: Perlu Dipertimbangkan

Erwiyati mengungkapkan, tugas seorang petugas KPPS sangatlah berat. Ia menceritakan, almarhum ayahnya sejak tiga hari sebelum pemungutan suara Pemilu 2019, bertugas membagikan undangan kepada para pemilih.

Kemudian, bertugas administrasi sampai hari H pemilu, lalu mengawal suara serta mengikuti proses pleno di tingkat kelurahan.

"Itu (proses pemilu serentak) sangat memerlukan waktu, tenaga, sehingga agar jangan sampai apa yang terjadi pada ayah saya (meninggal), terjadi lagi di pemilu masa depan," tuturnya.

Ijtima Ulama Minta 01 Didiskualifikasi, Pada Pilpres 2014 Prabowo Juga Pernah Minta Hal Serupa

Dirinya berharap, banyaknya kasus korban yang jatuh saat penyelenggaraan pemilu serentak, bisa dijadikan dasar untuk me-review aturan penyelenggaran pemilu serentak.

"Saya minta direview aturannya, bapak saya yang menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang meninggal dunia karena pelaksanaan KPU ini. Pemilu ini menurut saya tidak masuk akal," ucap Erwi.

Ketua KPU Arief Budiman langsung memberikan santunan kepada keluarga almarhum pada Jumat pagi.

Terungkap di Persidangan, Segini Gaji Mantan Dirut Pertamina per Bulan, Belum Termasuk Bonus

Keluarga almarhum mengapreasi santunan sebesar Rp 36 juta yang diberikan oleh pemerintah tersebut.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved