Pencurian

Lagi, Satu dari Lima Rampok Motor Sadis Bersenjata Api Tewas Ditembak

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap komplotan pencuri sepeda motor bersenjata api yang kerap beraksi di Tangeran

Lagi, Satu dari Lima Rampok Motor Sadis Bersenjata Api Tewas Ditembak
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat menggelar jumpa pers Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ungkap kasus curanmor di Polda Metro Jaya, Jumat (3/5/2019). 

Dari tangan kawanan ini kata Argo disita barang bukti berupa 3 buah handphone, satu senjata api rakitan, 3 sepeda motor, 3 buah kunci letter T, 12 buah mata kunci letter T, 1 buah kunci magnet dan 5 butir peluru 9 milimeter.

Karena perbuatannya kata Argo para tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman penjara mulai dari 7 tahun sampai 20 tahun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat menggelar jumpa pers Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ungkap kasus curanmor di Polda Metro Jaya, Jumat (3/5/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat menggelar jumpa pers Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ungkap kasus curanmor di Polda Metro Jaya, Jumat (3/5/2019). (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Sebelumnya Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk tiga orang kawanan pencuri sepeda motor dengan bersenjata api yang kerap beraksi di kawasan Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

Ketiganya adalah U (38) alias S, AS (35) alias AP dan A (40).

Mereka dibekuk ditempat persembunyian mereka masing-masing di Tangerang dan Serpong.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat menggelar jumpa pers Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ungkap kasus curanmor di Polda Metro Jaya, Jumat (3/5/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat menggelar jumpa pers Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ungkap kasus curanmor di Polda Metro Jaya, Jumat (3/5/2019). (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Saat dibekuk, A selaku otak kawanan ini yang juga berperan sebagai penadah melakukan perlawanan kepada petugas.

Sehingga A mesti dilumpuhkan polisi dengan timah panas.

A akhirnya meninggal dunia dalam perjalananan ke rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan terungkapnya kawanan ini yang dikenal sebagai kelompok Lampung, berawal dari sedikitnya laporan kejadian pencurian motor di kawasan Tangerang dan Tangerang Selatan selama Maret sampai April 2019.

"Dari laporan itu Subdit Jatanras Polda Metro Jaya membentuk tim dan berhasil membekuk dua pelaku selaku eksekutor yakni U alias S, dan AS alias AP," kata Argo.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved