Breaking News:

Berita Foto

FOTO : Bawaslu Berikan Santunan Bagi Petugas Panwaslu yang Gugur dan Kecelakaan

Bawaslu RI beri santunan bagi jajarannya yang mengalami kecelakaan dan meninggal atau sakit saat jalankan tugas awasi Pemilu 2019.

Penulis: | Editor: Alex Suban
Warta Kota/Henry Lopulalan
Petugas Panwaslu yang kakinya patah dituntun rekannya setelah menerima santunan di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019). 

Seperti halnya petugas KPPS yang meninggal dan sakit, ternyata petugas pengawas pemilu atau Panwaslu banyak juga yang meninggal dan mengalami sakit atau kecelakaan.

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) memberikan santunan kepada keluarga petugas Pengawas Pemilu ( Panwaslu) yang meninggal saat bertugas.

Ketua Bawaslu Abhan menyebutkan, jumlah petugas Panwaslu yang meninggal dunia mencapai 92 orang. Pemberian santunan berlangsung di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

"Dari 92 orang ini terdiri dari 74 laki-laki dan 18 orang perempuan. Kemudian kami klasifikasi dari yang meninggal 92 orang ini yang usianya di bawah 30 tahun ada 9 orang kemudian usianya antara 30-40 kurang lebih 78 orang.

Kemudian usia 50-60 kurang lebih Ada 5 orang," ujar Abhan, dalam sambutannya sebelum memberikan santunan kepada keluarga petugas Panwaslu yang meninggal dunia.

Ketua Bawaslu RI Abhan, S.H., M.H. (pakai peci) saat memberikan santunan duka kepada ahli waris Pengawas Pemilu yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).
Ketua Bawaslu RI Abhan, S.H., M.H. (pakai peci) saat memberikan santunan duka kepada ahli waris Pengawas Pemilu yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

"Kita harus mendoakan mereka yang gugur. Mereka adalah pahlawan, pejuang demokrasi yang telah mengawasi suara Indonesia. Yang telah mengawasi proses pemilu ini dengan sebaik-baiknya. Mereka telah membuktikan jiwa raganya untuk pelaksanaan Pemilu 2019," lanjut dia.

Abhan mengatakan, uang santunan yang diberikan kepada keluarga petugas Panwaslu yang meninggal dunia berasal dari anggaran negara dan sudah disetujui Kementerian Keuangan.

Ia menambahkan, pada hari ini Bawaslu menyerahkan santunan kepada keluarga petugas Panwaslu gugur saat bertugas secara simbolis.

Sisanya, Bawaslu akan mendatangi langsung rumah keluarga petugas Panwaslu yang gugur.

Selain menggunakan anggaran yang telah disetujui Kementerian Keuangan, Bawaslu juga menghimpun dana dari para pegawai untuk disalurkan kepada keluarga petugas Panwaslu yang gugur.

Selain memberikan santunan kepada keluarga petugas Panwaslu yang meninggal dunia, Bawaslu juga menyantuni petugas Panwaslu yang mengalami kecelakaan dan sakit saat bertugas.

"Dari catatan kami bahwa dari jajaran Bawaslu sampai hari ini tercatat yang rawat inap jumlahnya 398, kemudian yang rawat jalan 1.592. Kemudian yang mengalami kecelakaan dalam menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu ada 250, kemudian yang mengalami kekerasan 20," papar Abhan.

"Kemudian yang mengalami cacat tetap ada 14, yang mengalami keguguran karena sebagai seorang ibu menjalankan tugas-tugas pengawasan ada 14 orang, yang mengalami cedera ada 18 orang," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawaslu Santuni Keluarga Petugas Panwaslu yang Meninggal Dunia Saat Bertugas", https://nasional.kompas.com/read/2019/05/02/19095921/bawaslu-santuni-keluarga-petugas-panwaslu-yang-meninggal-dunia-saat-bertugas.
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved