Dikeluhkan Terlampau Mahal, Menteri Perhubungan Bilang Ada Kemungkinan Tarif Ojek Online Diturunkan

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah mendengar keluhan tarif ojek online (online) yang terlampau mahal.

Dikeluhkan Terlampau Mahal, Menteri Perhubungan Bilang Ada Kemungkinan Tarif Ojek Online Diturunkan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah Ojek Online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019). 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah mendengar keluhan tarif ojek online (ojol) yang terlampau mahal.

Menhub meminta paling tidak satu pekan untuk mengevaluasi kembali tarif ojek online tersebut, terkait aspirasi dari pengendara ojol.

“Jadi kita tampung dahulu. Kenaikan tarif yang mengusulkan bukan kami, tetapi asosiasi. Ada kemungkinan turun, oleh karenanya saya akan evaluasi dalam satu minggu,” kata Budi Karya Sumadi di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Rizal Ramli: Rakyat Bukan Perlu Ibu Kota Baru, tapi Presiden Baru

Menurutnya, PM Perhubungan sifatnya tidak paten dan masih dapat direvisi.

“Namanya peraturan kan boleh ada yang dievaluasi. Apalagi perbaikan ini demi kemanfaatan stakeholder pengemudi dan penumpang,” papar Budi Karya Sumadi.

Saat ini tarif baru diberlakukan di lima kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Bilang Selalu Sabar Sampai Titik Tertentu, Apa Maksud Prabowo?

Dua aturan baru terkait ojek daring mulai diberlakukan mulai Rabu (1/5/2019) lalu.

Kedua regulasi itu adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Juga, Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KP 348 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

Prabowo Heran 300 Lebih Petugas KPPS Meninggal, Katanya Baru Sekarang Terjadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, untuk tahap awal, aturan baru itu akan diterapkan di lima kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dan Makassar.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved