Banjir Jakarta

Warganya Kerap Kebanjiran, Lurah Cipinang Melayu Minta Normalisasi Kali Sunter Dilanjutkan

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengharapkan agar Kali Sunter dinormalisasi untuk menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda warga.

Warganya Kerap Kebanjiran, Lurah Cipinang Melayu Minta Normalisasi Kali Sunter Dilanjutkan
Warta Kota/Dwi Rizki
Kondisi Jembatan Merah Cipinang Melayu kala Kali Sunter banjir. Jembatan yang menghubungkan wilayah RW 03 dan RW 04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur itu kerap tenggelam hingga tidak dapat digunakan masyarakat yang hendak menyeberang. 

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengharapkan agar Kali Sunter dinormalisasi untuk menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda warga di RW 03 dan 04.

LURAH Agus Sulaeman mengatakan, penyebab masalah banjir belum beres karena terhentinya normalisasi yang dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Itu kan harus dinormalisasi. turap di bagian kiri dan kanannya harus dipasang sheet pile. Nah, itu bidang tanah di kiri, kanannya belum dibebaskan. Normalisasi terhenti karena lahannya belum dibebaskan," kata Agus di Makasar, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Agus menuturkan, ada sekitar 90 bidang tanah di sepanjang bantaran Kali Sunter wilayah Kelurahan Cipinang Melayu yang hingga kini belum dibebaskan Pemprov DKI Jakarta.

Sejak tahun 2014, proses normalisasi Kali Sunter terhenti sehingga tak mampu menampung kiriman debit air dari Kali Cikeas dan Kali Cisadane yang datang.

Beredar Kabar Menpora Imam Nahrawi Mengundurkan Diri, Inilah Penjelasan Resminya

KABAR BARU Syahrini Dipermalukan Demi Dapat Restu Menikahi Reino Barack Mantan Luna Maya

Mantan Anggota TNI Menculik dan Mencabuli 6 Bocah, Ini Video Viral Penangkapannya

"Itu berhentinya proyek normalisasinya tahun 2014, terus belum dilanjut lagi. Untuk lahan di RW 04 dari tahun 2014 itu sudah siap peta bidangnya, kalau RW 03 peta bidangnya sampai sekarang belum siap," ujarnya.

Guna mengurangi volume air yang meluap, Pemkot Jakarta Timur melalui Sudin Sumber Daya Air (SDA) sudah memasang sejumlah beronjong di bantaran Kali Sunter. Nahas upaya tersebut tak cukup membuahkan hasil.

"Normalisasi dilakukan Kementerian PUPR, kalau Pemprov DKI hanya membebaskan lahan. Kali Sunter itu masuk kewenangan Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC)," tuturnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved