Terungkap, Siswa SD Internasional di Jakarta Sudah Setahun Dibullying Gurunya

Terungkap, Siswa SD Internasional di Jakarta, Sudah Setahun Dibullying Gurunya. Mari simak beritanya.

Terungkap, Siswa SD Internasional di Jakarta Sudah Setahun Dibullying Gurunya
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Anak yang kupingnya terluka diduga akibat perbuatan sang guru. 

JNA (12) siswa kelas VI SD sebuah sekolah internasional di Jakarta  diduga menjadi korban kekerasan dan bullying oleh gurunya. 

JNA mengalami memar di kepala di bagian belakang telinga serta daun telinganya robek. Sebab IR mencengkeram sangat kuat bagian belakang kepala JNA serta telinganya untuk menyeret bocah laki-laki iru keluar dari ruangan kelas.

IR melakukan hal itu karena JNA tidak membawa perlengkapan pelajaran kesenian. Peristiwa ini terjadi di dalam ruang kelas pada 19 Februari 2019 lalu.

Ada 4 Orang Petugas KPPS di Duren Sawit yang Gugur

VIDEO: Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Doakan Warta Kota Semakin Jaya

VIDEO: Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Doakan Warta Kota Semakin Jaya

Karena hal itu AL, ayah JNA melaporkan perbuatan IR ke Polda Metro Jaya pada Rabu (20/2/2019) lalu. Kemudian Polda Metro Jaya melimpahkan kasusnya ke Polrestro Jakarta Selatan yang masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.

AL mengatakan setelah melaporkan hal ini ke polisi, anak keduanya bercerita padanya bahwa sebenarnya sudah setahun belakangan ini ia dibullying oleh guru keseniannya IR.

"Pengakuan anak saya ia dibullying gurunya dengan berbagai cara. Dari kepalanya didorong sampai badannya juga didorong dan diangkat. Katanya untuk lucu-lucuan, agar siswa lainnya tertawa," kata AL kepada Warta Kota, Kamis (2/5/2019).

Dari semua yang dialaminya itu kata AL, anaknya JNA diam selama ini karena memang tidak ada luka kekerasan yang dialami. Sehingga ia pun tak tahu akan hal itu.

KPAI: Selama 2019 Ada 35 Kasus Pelanggaran Hak Anak Bidang Pendidikan Terjadi di Sekolah

Steve Emmanuel Minta Andi Soraya Berikan Kesaksian di Persidangan

Mulai Tanggal 13 Mei MRT Pasang Tarif Penuh, YLKI Usul Agar Tarif Diskon Diperpanjang

"Tapi yang terakhir, anak saya sampai mengalami luka memar di kepala belakang dan daun telinganua robek. Karenanya saya melaporkannya ke polisi," tutur AL.

AL menyebutkan sebelum melaporkan peristiwa ini ke polisi, ia sudah mengadukan perbuatan IR ke kepala sekolah dimana anak tersebut bersekolah. 

Namun katanya tidak ada reaksi dan tanggapan yang memuaskan dari kepala sekolah.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved