Hari Buruh

Polisi Sebut Aksi May Day Disusupi Kelompok Anarko Sindikalisme, Siapa Mereka?

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menemukan indikasi berkembangnya kelompok bernama Anarko Sindikalisme di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir.

Polisi Sebut Aksi May Day Disusupi Kelompok Anarko Sindikalisme, Siapa Mereka?
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Ratusan buruh dari berbagai serikat buruh melakukan aksi pada saat peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) di kawasan Patung kuda dan Monimen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (1/5). 

Massa berbaju hitam itu berjalan kaki menuju kawasan Gedung Sate.

Mereka mencorat-coret fasilitas umum di sejumlah titik dan membuat kegaduhan

2. Jumlah Anggota

Buruh Sebut BPJS Kesehatan Angsuran Lintah Darat

Diketahui dari data sementara, massa berbaju hitam tersebut berjumlah 619 orang, yang terdiri dari 605 pria dan 14 wanita.

Dari 619 massa berbaju hitam, 293 orang di antaranya berusia di bawah umur.

Mayoritas anggota massa berbaju hitam adalah warga Bandung Raya.

Ini Tiga Ibu Kota Indonesia Sebelum Jakarta

3. Nama Masssa Berbaju Hitam

Melansir dari Kompas.com, kepala Bidan Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan massa berbaju hitam itu mengatasnamakan Anarko atau kelompok berbaju hitam.

Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan beberapa mengenakan penutup muka.

Kecewa Tak Boleh Demo di Depan Istana, Buruh Garmen Ancam Tak Jahitkan Seragam Pejabat dan Polisi

4. Otak dan Motif Didalami

Di hari yang sama ketika kericuhan massa baju hitam terjadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta aparat kepolisian untuk mencari otak yang menggerakkan massa berbaju hitam.

"Kita akan dalami siapa yang melatarbelakangi," ujar Moeldoko di Polda Metro Jaya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (1/5/2019).

Diteriaki Presiden, Prabowo Sebut Buruh Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Moeldoko mengaku telah menyampaikan ha tersebut kepada kepala Badan Reserse Kriminal (Kabereskrim) Komjen Idham Azis.

Ia meminta agar segera mendalami motif di balik kehadiran massa berbaju hitam itu.

"Saya tadi sudah sampaikan kepada Bapak Kabareskrim untuk segera didalami, ada apa ini." katanya.

Prabowo Ingatkan Media Saat Orasi Hari Buruh: Hati-hati Kau, Kami Bukan Kambing yang Bisa Diatur

5. Ditertibkan

Mereka diamankan di Mapolrestabes Bandung dan digunduli sebagai bentuk pembinaan.

Prabowo: Elite Kaya karena Mencuri dari Rakyat Namanya Pengkhianat Bangsa dan Negara

Selain itu, mereka juga didata. Selepas magrib, massa berbaju hitam itu dibawa ke Mako Brimob Polda Jabar.

Alasan polisi membawa massa berbaju hitam ke Mako Brimob terkait soal tempat pemeriksaan yang lebih layak.

"Mereka dibawa ke tempat lebuh humanis lah (Aula Mako Brimob), tidak kehujanan tidak kedinginan. Nanti ada 100 penyidik yang akan memeriksa mereka," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Tiga Pantun Prabowo di Hari Buruh, Sebut yang Curang Akhlaknya Seperti Lutung

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mochamad Rifai mengatakan sudah mengamankan sekitar 100-150 orang.

6. Barang yang Dibawa

Melansir dari Kompas.com, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mochamad Rifai menuturkan massa berbaju hitam itu membawa sejumlah barang.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Ini Perannya

Di antaranya, senjata tajam, cat semprot, double stick, dan minuman berakohol.

Padahal di antara mereka masih duduk di bangku SMA dan SMP.

7. Coret Tubuh

Ini Tiga Kategori Masyarakat yang Dibebaskan dari Kewajiban Bayar PBB-P2

Setelah diamankan, polisi kemudian menyuruh seorang di antara mereka untuk mencoreti tubuh masing-masing dengan cat semprot yang mereka bawa.

Oleh sebab itu terlihat noda merah di punggung massa berbaju hitam.

8. Berawal dari Medsos

Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja

Salah anggota kelompok berbaju hitam mengaku hanya mengikuti ajakan untuk memperingati Hari Buruh.

"Saya lihat di media sosial, ada ajakan untuk memperingati Hari Buruh di Gedung Sate. Berkumpul di Taman Cikapayang," ucap Andri Septiana (18), pemuda asal Ciroyom saat diinterogasi polisi di halaman Mapolrestabes Bandung.

Menurut pengakuannya, Andri sengaja datang karena ingin berkumpul saja kemudian berjalan kaki ke Gedung Sate untuk bergabung dengan serikat pekerja yang memperingati May Day.

Jusuf Kalla Minta Jokowi dan Prabowo Bertemu Langsung, Jangan Lewat Utusan

Dalam ajakan yang diunggah di media sosial, mereka diharuskan mengakan serba hitam.

"Ajakan di media sosialnya mengenakan dress code warna hitam, saya enggak tahu maksudnya apa. Tapi ajakannya memang untuk memperingati May Day," katanya.

Hal yang sama diutarakan oleh Kiki Hidayah, warga Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung.

Ratna Sarumpaet: Pemilu 2019 Berantakan, Jangan-jangan Panitianya Pelit

"Kalau saya kumpulnya di Monumen Juang, pakai pakaian warna merah. Tujuannya ya ikutan Hari Buruh, kan sekarang tanggal merah. Jadi sama-sama ikut merayakan Hari Buruh," katanya.

9. Arti Simbol

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, massa berbaju hitam itu membawa cat semprot serta bendera hitam berlogo huruf A dalam lingkaran.

Sandiaga Uno: Kursi Wakil Gubernur DKI Diserahkan ke PKS, End of Question, Jangan Digoreng Lagi

Rupanya, cat semprot itu digunakan oleh massa berbaju hitam untuk mencoreti dinding dan fasilitas umum.

Beberapa di antara mereka juga membawa kertas tebal yang dipotong-potong dengan tulisan, "Kenapa polisi berhak mukul."

Mereka mencoreti dinding bangunan dengan tulisan happy may day, lambang A dalam lingkaran.

Anak Buah Anies Baswedan: Emang Skybridge Tanah Abang Masih Perlu Diresmikan Ya?

Selain itu, mereka juga mencoreti mobil yang terparkir di pinggir jalan dengan gambar tak senonoh.

Massa berbaju hitam itu indentik dengan bendera hitam berlogo A dalam lingkaran. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved