KPAI: Selama 2019 Ada 35 Kasus Pelanggaran Hak Anak Bidang Pendidikan Terjadi di Sekolah

KPAI: Selama 2019 Ada 35 Kasus Pelanggaran Hak Anak Bidang Pendidikan Terjadi di Sekolah

KPAI: Selama 2019 Ada 35 Kasus Pelanggaran Hak Anak Bidang Pendidikan Terjadi di Sekolah
Hanna Barczyk/NPR
Ilustrasi kekerasan terhadap anak 

SEPANJANG 2019 ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sedikitnya ada 35 kasus pelanggaran hak anak yang melibatkan pelajar terjadi di sekolah atau di bidang pendidikan di seluruh Indonesia.

Hal itu dikatakan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti dalam keterangan resmi yang diterima Warta Kota, Kamis (2/5/2019).

"Dari jumlah kasus itu, trend kasusnya di dominasi oleh bullying dan kekerasan fisik. Data ini bersumber dari Divisi pengaduan KPAI, baik pengaduan langsung maupun pengaduan online serta hasil pengawasan dan kasus yang disampaikan melalui media sosial KPAI dan juga diberitakan media massa khusus kasus terkait bidang pendidikan," paparnya.

Steve Emmanuel Minta Andi Soraya Berikan Kesaksian di Persidangan

UPDATE Terbaru Real Count Pilpres 2019 KPU Pukul 18.00,Habis Menang di Bengkulu,Prabowo Melejit Lagi

Retno menjelaskan bahwa pelanggaran hak anak di bidang pendidikan masih didominasi oleh perundungan, yaitu berupa kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan kekerasan seksuai (2 kasus), juga anak korban kebijakan.

Dari 35 kasus sepanjang 2019 itu, KPAI merinci anak korban kebijakan sebanyak 7 kasus, anak korban pengeroyokan sebanyak 3 kasus, anak korban kekerasan seksual sebanyak 3 kasus, anak korban kekerasan fisik sebanyak 8 kasus, anak korban kekerasan psikis dan bullying sebanyak 12 kasus dan anak pelaku bully terhadap guru sebanyak 4 kasus

"Dari data hasil pengawasan ini sekaligus mengingatkan semua pemangku kepentingan bahwa sekolah belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik," kata Retno.

UPDATE Terbaru Real Count Pilpres 2019 KPU Pukul 18.00,Habis Menang di Bengkulu,Prabowo Melejit Lagi

Steve Emmanuel Minta Andi Soraya Berikan Kesaksian di Persidangan

Ia menjelaskan untuk 7 kasus anak korban kebijakan permasalahannya meliputi pemberian sanksi yang mempermalukan, tidak mendapatkan surat pindah, tidak bisa mengikuti ujian sekolah dan UNBK, siswa dikeluarkan dari sekolah karena terlibat tawuran, anak dieksploitasi di sekolah, anak ditolak sekolah karena HIV, dan anak korban kekerasan seksual dikeluarkan dari sekolah.

Sementara untuk kasus anak korban kekerasan fisik dan anak korban bully permasalahannya meliputi anak dituduh mencuri, anak dibully oleh teman-temannya, anak dibully oleh pendidik, saling ejek di dunia maya dan dilanjuykan persekusi di dunia nyata, anak korban pemukulan, anak korban pengeroyokan, dan sejumlah siswa SD dilaporkan ke polisi oleh Kepala Sekolahnya.

Selain itu, anak sebagai pelaku bully terhadap guru kemudian divideokan dan viral juga meningkat drastis di tahun 2019.

UPDATE Terbaru Real Count Pilpres 2019 KPU Pukul 18.00,Habis Menang di Bengkulu,Prabowo Melejit Lagi

Steve Emmanuel Minta Andi Soraya Berikan Kesaksian di Persidangan

Dengan cakupan wilayah menyebar yaitu di Gresik, Jogjakarta dan Jakarta Utara. Sementara pada tahun 2018 kasus seperti ini hanya satu, yaitu di Kendal, Jawa Tengah.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved