Drainase Vertikal Diakui Tak Mampu Hadapi Banjir Kiriman yang Melanda DKI Jakarta

Anies Baswedan mengatakan, banjir kiriman dapat dicegah dengan adanya waduk kering (dry dam) di Ciawi dan Sukamahi.

Drainase Vertikal Diakui Tak Mampu Hadapi Banjir Kiriman yang Melanda DKI Jakarta
Warta Kota/Adhy Kelana
Ilustrasi. Kemacetan panjang dan klakson bertalu-talu di antara warga yang coba mengarungi banjir yang melanda kawasan Jatinegara dengan berjalan kaki dan berenang. 

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang berjibaku untuk mengentaskan masalah banjir di Ibu Kota, salah satunya dengan membuat 1.8 juta sumur resapan (drainase vertikal).

Namun, sayangnya drainase vertikal ini hanya berfungsi untuk menampung air yang jatuh langsung dari langit.

Padahal banjir yang melanda Ibu Kota pada Jumat (26/4/2019) lalu merupakan air kiriman dari hulu atau Katulampa Bogor yang meluap ke Sungai Ciliwung.

Kepala Seksi Geologi Dinas Perindustrian dan Energi, Togas Braini mengakui bahwa drainase vertikal tidak mampu untuk menuntaskan banjir kiriman dalam jumlah yang besar

“Betul, kalau air kiriman itu mungkin tidak bisa semuanya dimasukkan,” ujar Togas di JSC Hive, Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).

Namun Togas mengatakan ada cara penanggulangan lain untuk banjir kiriman, yakni melebarkan sungai atau naturalisasi.

“Tapi memang kalau kiriman itu kan volume airnya sangat tentatif."

"Makanya, selain program drainase vertikal, kita galakkan juga pelebaran sungai, juga membuat taman-taman di pinggir sungai supaya air bisa meresap bukan cuma dialirkan,” kata Togas.

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, banjir kiriman dapat dicegah dengan adanya waduk kering (dry dam) di Ciawi dan Sukamahi.

Diketahui dry dam tidak mengandung turbin ataupun pintu air, dan ditujukan untuk membiarkan saluran untuk mengalir dengan bebas selama kondisi normal.

Anies menargetkan dua dry dam yang digadang-gadang bisa menangkal banjir kiriman dari Bogor itu rampung akhir tahun 2019.

"InsyaAllah bendungan selesai tahun ini. Dry Dam akan menahan air sehingga datangnya air ke Jakarta tidak melimpah," kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019) lalu.

Lewat Dry Dam ini, nantinya debit air di hulu bisa dikendalikan sehingga debit air yang masuk ke sungai Ciliwung dapat terkontrol.

"Jika selesai tahun ini, maka bila terjadi hujan deras di Ciawi, Bogor maka airnya bisa ditahan. Bisa dikendalikan volume aliran airnya. Maka 30 persen potensi (banjir) langsung akan turun," kata Anies.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved