Kecelakaan Lalu Lintas

Dalam Sebulan Terjadi Tiga Bus Kecelakaan di Puncak, Ini Usul Pengamat Transportasi

Dalam Sebulan Terjadi Tiga Bus Kecelakaan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Ini Usul Pengamat Transportasi

Dalam Sebulan Terjadi Tiga Bus Kecelakaan di Puncak, Ini Usul Pengamat Transportasi
Antara/istimewa
Bus berpenumpang 25 siswa SD dari Banten menuju Taman Wisata Matahari (TWM) mengalami kecelakaan di jalur Puncak pada Rabu (1/5/2019). 

Dalam Sebulan Terjadi Tiga Bus Kecelakaan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Ini Usul Pengamat Transportasi.

FAKTA kecelakaan di kawasan Puncak itu sungguh memprihatinkan, karena menyangkut keselamatan nyawa manusia.

Atas adanya fakta kecelakaan di kawasan Puncak itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno memberi usul pada pemerintah.

Usulan Djoko Setijowarno terkait ecelakaan di kawasan Puncak adalah membuat aplikasi bus wisata, menyusul banyaknya terjadi kecelakaan akibat kondisi bus tidak laik jalan, seperti di Jalur Puncak Kabupaten Bogor, dalam kurun waktu satu bulan terjadi tiga kecelakaan bus.

"Dengan adanya aplikasi bus wisata yang berisi database semua bus wisata se-Indonesia. Konsumen dapat mengetahui kondisi jenis bus yang akan digunakan," ujarnya saat dihubungi ANTARA, Kamis (2/5/2019).

Ahok Berperan Amankan Suara Jokowi-Maruf Amin di Jakarta, Begini Cerita Lengkap Mantan Staf Ahok

Mantan Anggota TNI Menculik dan Merudapaksa Siswi 6 SD di Hutan, Kini Diburu Pakai Anjing Pelacak

Di Hari Buruh, Presiden Jokowi Sibuk Bermain Bersama Jan Ethes di Mal

Sehingga, menurutnya konsumen bisa memastikan bus dalam kondisi laik jalan setelah melihat database pada aplikasi yang terkoneksi dengan semua perusahaan operator bus di Indonesia.

Karena, menurutnya bus harus kondisi sehat terlebih ketika digunakan untuk pariwisata.

"Kejadian kemarin di tanjakan Selarong Puncak, bus tidak layak dipakai wisata," kata pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini.

Ia mengatakan, usulan ini sudah sejak lama ia lontarkan pada pemerintah.

Tapi, sampai sekarang belum juga dilaksanakan, dan menurutnya belum ada langkah konkret pemerintah meminimalisir kecelakaan bus yang diakibatkan kondisi tidak laik jalan.

"Sudah berulangkali diminta buat program khusus bus wisata, tapi hingga sekarang belum dikerjakan," tuturnya.

Seperti diketahui, bus berpenumpang 25 siswa SD dari Banten menuju Taman Wisata Matahari (TWM) mengalami kecelakaan di jalur Puncak pada Rabu (1/5/2019).

Bus dengan nomor polisi A 7531 FL itu bergerak mundur hingga terguling akibat tidak kuat melaju di Tanjakan Selarong.

"Terdata lima orang mengalami luka ringan langsung dilarikan ke RSUD Ciawi," kata Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri.

Dua bus lainnya mengalami kecelakaan di Jalur Puncak pada hari Minggu (21/4/2019). Kecelakaan pertama pukul 12.00 WIB di Tanjakan Selarong, dan satu lagi pukul 16.00 WIB di Turunan Widuri Cisarua. Fadli mengatakan, dua bus ini mengalami kecelakaan akibat rem blong. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved