Breaking News:

Peringatan BMKG

BMKG Peringatkan Bencana Hidrometeorologis Ancam Jakarta, Ini Penjelasan Lengkapnya

BMKG Peringatkan Bencana Hidrometeorologis Ancam Jakarta, Ini Penjelasan Lengkapnya. Mari simak.

@bmkg
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jabodetabek Minggu (3/3/2019) pagi. 

JAKARTA dan sejumlah wilayah lain di Indonesia kini terancam bencana hidrometeorologis.

Hal tersebut berdasarkan pantauan BMKG terhadap aktivitas langit.

Apa itu bencana hidrometeorologis? Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Layanan Paspor bagi Karyawan Jadi Rangkaian Perayaan HUT 20 Tahun Warta Kota

Sebelum Dinobatkan, Raja Thailand Angkat Seorang Mantan Pramugari Jadi Ratu

VIDEO : Awas Sabu Dikemas Dalam Bungkusan Teh China

VIDEO: Wali Kota Tangsel Airin Doakan Warta Kota Bermanfaat untuk Orang Banyak

Pasangan Zaskia Sungkar dan Irwansyah Dapat Imbalan dari YouTube Rp 2 Miliar

“BMKG menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana Hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan,” kata Deputi Bidang Metereologi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Drs. R. Mulyono R. Prabowo, M.Sc, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga agar mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan lebat sampai awal Mei 2019 ini. 

Hujan lebat itulah yang membuat bencana hidrometeorologis mengancam jakarta.

Dilansir oleh setkab.go.id, Hal ini karena berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, masih terpantau adanya aktivitas MJO (Madden Julian Oscillation) di wilayah Indonesia bagian timur.

KRONOLOGI Kepala Siswi SMP Pecah Dihantam Batu Sampai Tewas Usai Dirudapaksa dan Dicekik Ayah Tiri

Update Terbaru Real Count Pilpres 2019, Jokowi-Maruf Kalah di Bengkulu, Hasil Quick Count Keliru?

UPDATE Terbaru Real Count Pilpres 2019 KPU,Quick Count di Bengkulu Keliru,Prabowo-Sandi yang Menang

“Hal tersebut mengakibatkan pembentukan beberapa sirkulasi siklonik di wilayah Laut Sulawesi, Perairan Utara Jawa Timur dan Laut Arafura, serta adanya daerah pertemuan angin dan belokan angin di wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Metereologi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Drs. R. Mulyono R. Prabowo, M.Sc, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Kondisi tersebut, menurut BMKG, diprakirakan akan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian timur pada periode akhir bulan April hingga awal Mei 2019.

Ia menyebutkan, wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode 30 April – 6 Mei 2019 di sebagian besar wilayah Indonesia antara lain:

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved