Deputi Penindakan Bakal Dipulangkan ke Polri, IPW Sebut Pimpinan KPK Seperti Anak Kos

DEPUTI Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Firli rencananya bakal dikembalikan ke institusi asalnya, Korps Bhayangkara alias Polri.

Deputi Penindakan Bakal Dipulangkan ke Polri, IPW Sebut Pimpinan KPK Seperti Anak Kos
Istimewa
ILUSTRASI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

Dengan adanya surat terbuka itu, IPW menilai ada hal yang aneh di KPK.

Surat terbuka itu, menurut Neta S Pane, merupakan sebuah gambaran nyata bahwa KPK tidak solid, sedang terpecah belah, dan sedang diadudomba oleh sejumlah pihak yang merasa full power.

"Jika kondisi ini terus berlanjut, diprediksi bakal terjadi perang terbuka di internal KPK antara penyidik Polri dan penyidik non Polri. Akan terjadi polarisasi yang berbahaya bagi masa depan penegakan hukum yang dilakukan KPK," papar Neta S Pane.

Anak Buah Anies Baswedan: Emang Skybridge Tanah Abang Masih Perlu Diresmikan Ya?

Neta S Pane menyarankan, seharusnya para pimpinan KPK menjelaskan secara transparan, seperti apa kebenaran surat terbuka tersebut, dan bagaimana kondisi KPK yang sebenarnya saat ini.

"Bukan malah menjelaskan soal kondisi di internal KPK, terlebih soal pengembalian Irjen Firli ke Mabes Polri," cetus Neta.

IPW berharap jangan sampai pimpinan KPK dikebiri dan tidak berdaya menghadapi manuver politik sejumlah oknum di internalnya, sehingga figur demi figur dikorbankan.

Sandiaga Uno: Kursi Wakil Gubernur DKI Diserahkan ke PKS, End of Question, Jangan Digoreng Lagi

"Apakah pengembalian ini adalah gambaran bahwa Direktur Penindakan tersebut merupakan 'biang masalah' konflik internal KPK, atau justru para Pimpinan KPK tidak berdaya menghadapi manuver dan tekanan pihak tertentu di internal KPK, sehingga Direktur Penindakan itu terpaksa dikorbankan," bebernya.

Dengan begitu, menurut Neta S Pane, masyarakat paham terhadap kondisi internal KPK yang sesungguhnya, mengingat lembaga anti-rasuah itu dibiayai negara dari pajak rakyat. (Ilham Rian Pratama/Reza Deni)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved