Prostitusi Online

Pengacara Teriak Bebas, Diduga Pemesan Vanessa Angel Rp 80 Juta Oknum Polisi: Kasus Ini Rekayasa

Diketahui, sosok pemesan Vanessa Angel yakni diduga oknum polisi inisial HH pemesan Vanessa Angel.

Pengacara Teriak Bebas, Diduga Pemesan Vanessa Angel Rp 80 Juta Oknum Polisi: Kasus Ini Rekayasa
Tribun Jatim
Vanessa Angel berpelukan dengan seorang wanita usai jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (29/4/2019). 

Hasil penelusurannya, HH menurut dia adalah oknum dari Polda Jawa Timur.

Namun, dia tidak menyebut sebagai apa HH di Polda Jawa Timur.

"Kecurigaan kami kasus ini adalah rekayasa," kata dia.

Bukti tersebut disampaikannya dalam nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa yang dibacakan dalam sidang sebelumnya.

Artis terdakwa kasus prostitusi online, Vanessa Angel saat akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/4/2019).
Artis terdakwa kasus prostitusi online, Vanessa Angel saat akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/4/2019). (surya.co.id/ahmad zaimul haq)

"Kami berharap dengan munculnya fakta ini akan menjadi pertimbangan hakim apakah sidang layak diteruskan atau tidak," ucap dia.

Milano mempertanyakan keberadaan Rian Subroto yang disebut dalam dakwaan jaksa sebagai pemesan terdakwa, pada sidang kasus dugaan prostitusi dalam jaringan dengan agenda eksepsi di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (29/4/2019).

Usai persidangan yang berlangsung tertutup tersebut, dirinya meminta supaya sosok Rian Subroto bisa dihadirkan dalam persidangan.

"Kami melihat ada permainan dari kepolisian, kami akan meminta supaya pihak Propam Mabes Polri untuk membongkar kasus ini," katanya, usai persidangan.

Vanessa Angel saat akan menjalani sidang sebagai saksi bersama tiga mucikari Endang Suhartini dan Tentri Novanta serta Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy di Pengadilan Negeri (PN), Surabaya, Senin (8/4/2019).
Vanessa Angel saat akan menjalani sidang sebagai saksi bersama tiga mucikari Endang Suhartini dan Tentri Novanta serta Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy di Pengadilan Negeri (PN), Surabaya, Senin (8/4/2019). (SURYA/Ahmad Zaimul Haq)

Menurutnya, pihaknya malah menemukan fakta baru di mana yang mentransfer uang senilai Rp 80 juta untuk pembayaran kepada terdakwa, dilakukan oknum dari petugas kepolisian.

"Bahkan, setelah dilakukan pengungkapan kasus ini, ternyata masih ada transaksi yang dilakukan atas rekening tersebut," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved