Breaking News:

Kemenhub Tanggapi Rencana Gugatan Warga Jatimulya Bekasi ke Adhi Karya Soal LRT

Kemenhub Tanggapi Rencana Gugatan Warga Jatimulya Bekasi ke Adhi Karya Soal LRT. Simak selengkapnya.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pembangunan proyek kereta cepat Light Railway Transit (LRT) di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, terus dikebut seperti tampak pada Jumat (8/2/2019). Pembangunan LRT tersebut diharapkan bisa dinikmati warga Jakarta pada 2019 ini. 

DIREKTORAT Jendral Perkeretaapian (DJP) Kementerian Perhubungan menanggapi rencana gugatan perdata yang dilayangkan warga Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kepada PT Adhi Karya (Persero) usai pengumuman pemilihan presiden pada 22 Mei mendatang.

DJP menilai gugatan yang dilayangkan itu tidak mempengaruhi rencana pengadaan lahan di sana untuk dibangun depo kereta api ringan atau light rail transit (LRT).

"Gugatan PTUN ke Adhi Karya tidak ada hubungannya dengan pengadaan tanah LRT yang dilaksanakan pemerintah," kata Jumardi Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) pada DJP Kementerian Perhubungan, Selasa (30/4/2019).

Jessica Mila: Berakting di Drama Radio Bridezilla Ternyata Tidak Semudah Seperti yang Dibayangkan

Kabar Ahmad Dhani Lolos Jadi Anggota DPR RI, Segini Perolehan Suara Tempat Ahmad Dhani Nyaleg

5 Anggota Kawanan Garong Modus Kempes Ban Mobil Dibekuk Polisi, Sudah 3 Kali Beraksi

VIDEO: Tiga Bandit Ranmor Tewas Ditembak Petugas

Warga Jatimulya Siap Gugat PT Adhi Karya Soal Lahan Untuk LRT

Jumardi mengatakan, proses pembebasan lahan di sana juga ada yang sampai ke Pengadilan Negeri Cikarang. Pemerintah bahkan berencana mengkonsinyasikan atau menitipkan uang ganti rugi itu ke pengadilan setempat.

"Sudah ada beberapa orang yang diproses ke pengadilan, yang (terutama) sudah berkali-kali dipanggil untuk pembayaran tetapi tidak mau datang. Proses pengadilan yang dimaksud adalah permohonan konsinyasi uang ke PN Cikarang," imbuhnya.

Jumardi mengatakan, total kebutuhan lahan untuk pembangunan LRT mencapai 60 hektar. Kebutuhan lahan yang paling luas berada di wilayah Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Di sana pihaknya membutuhkan lahan seluas 11 hektar untuk depo LRT sebagai tempat garasi kereta. Enam hektar di antaranya lahan milik PT Adhi Karya, sedangkan lima hektar lagi milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diterpa Hujan Berangin, Sebuah Pohon Tumbang Tutupi Jalan di Jakarta Timur

Pembangunan LRT Jabodebek Capai 61,87 persen

Gara-gara Galaxy Fold, Laba Samsung Anjlok Hingga 60 Persen?

Laga Persib Bandung Vs Borneo FC Leg Kedua Babak 8 Besar Piala Indonesia Dijaga 2000 Personel

Warga Jatimulya Siap Gugat PT Adhi Karya Soal Lahan Untuk LRT

Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Ki Syahgolang Permata mempersilakan warga Jatimulya untuk menggugat perusahaan pelat merah itu. "Apabila ada yang tidak sependapat dan menempuh jalur hukum, hal tersebut merupakan hak warga negara," kata Ki Syahgolang.

Dia menjelaskan, pembangunan depo LRT membutuhkan lahan seluas 11 hektar. Depo terdiri dari pusat kontrol operasi atau operation control center (OCC), stabilizing bay, maintenance building dan mampu menampung 11 set kereta api ringan. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved