Hari Jadi ke 20 Kota Depok

Terminal Jatijajar Penumpang Memudahkan Warga Depok

Warga Kota Depok kini semakin mudah melakukan perjalanan ke luar kota dengan adanya Terminal Terpadu Jatijajar di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Jatijaja

Terminal Jatijajar  Penumpang Memudahkan Warga Depok - depok4.jpg
Kota Depok
Terminal Jatijajar
Terminal Jatijajar  Penumpang Memudahkan Warga Depok - depok3.jpg
Kota Depok
.

Depok, Warta Kota -  Warga Kota Depok kini semakin mudah melakukan perjalanan ke luar kota dengan adanya Terminal Terpadu Jatijajar di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Terminal ini dioperasikan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sejak 13 Maret 2019.

Untuk warga Depok, Terminal Jatijajar menggantikan peran Terminal Margonda yang kapasitanya sudah tak lagi mumpuni, dan belakangan makin semrawut serta menyebabkan kemacetan di jantung pusat bisnis.
Terminal Margonda rencananya hanya berfungsi menampung angkutan kota (angkot) dan bus bandara. Sedangkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), wajib bermarkas di Jatijajar.
Pantauan Warta Kota di Terminal Jatijajar, Sabtu (20/4/2019), di bagian depan tampak puluhan angkot D-06 yang sedang menanti penumpang. Sementara di bagian belakang, sejumlah bus AKAP dan AKDP sedang ngetem di hamparan luas terminal.
Sekilas, tak ada yang istimewa dari terminal ini. Mirip-mirip dengan terminal bus pada umumnya. Ruang tunggu penumpang angkot dan bus terpisah, ada sejumlah loket PO bus yang berjejer cukup rapi.
Belasan gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak masih kosong, belum ada yang berjualan. Fasilitas seperti mesin ATM juga belum tampak terlihat.
Toilet yang tersedia juga tampak kotor, seperti kurang terawat. Bahkan, hal ini dikeluhkan penumpang. "Tadinya saya pikir ini terminal modern, kerenlah. Tapi ternyata biasa aja. Toiletnya juga enggak nyaman di hidung," ujar Lasno Arifin (37), seorang warga Tapos yang hendak bepergian ke Cirebon.
Salah satu hal yang dapat dibanggakan dari terminal ini, kata Lasno, adalah lorong panjang di dekat loket bus AKAP yang mirip suasana di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Dari pengamatan Warta Kota, lorong terminal tampak megah dengan dinding tembok yang tinggi. Kanan-kirinya terpasang ventilasi yang didesain cukup menarik. Lorong ini menghubungkan loket dengan ruang tunggu penumpang bus AKAP.
Meski terasa kurang nyaman, Ade Rahmat (50), mengakui Terminal Jatijajar ini akan memudahkan warga untuk bepergian ke luar kota, khususnya pada saat musim libur seperti mudik Lebaran dan libur akhir tahun.
Menurut Ade, Terminal Jatijajar relatif mudah dijangkau oleh warga Kecamatan Cimanggis, Tapos, Cilodong, Sukmajaya dan Pancoran Mas. Sedangkan warga yang bermukim di Kecamatan Sawangan, Bojong Sari, Beji, Limo, dan Cinere, dapat memanfaatkan Terminal Pondok Cabe di Tangerang Selatan. "Lebih enak dibandingkan Terminal Margonda, dan memudahkan warga yang tinggal di pinggir," katanya.
Kepala BPTJ Bambang Prihantoro mengatakan, ke depannya Terminal Jatijajar akan menjadi terminal termegah se-Jabodetabek. "Termegah karena nantinya Terminal Jatijajar akan dibangun Transit Oriented Development (TOD) secara bertahap yang berintegrasi dengan moda transportasi lainnya," katanya belum lama ini.
TOD didesain untuk menciptakan ruang kota yang berorientasi pada pengguna transportasi publik.
Pengembangan TOD merupakan pembangunan kawasan berbasis transportasi umum massal yang meliputi struktur ruang, pusat area komersial, area hunian serta area sekunder.
Terminal Jatijajar sendiri dapat menampung 200 unit bus AKAP dan 84 unit bus AKDP serta puluhan angkot.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Terminal Jatijajar merupakan salah satu terminal bus tipe A yang diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Mengingat keberadaanya di wilayah Jabodetabek, pengelolaanya menjadi tanggung jawab BPTJ.

Wajib masuk
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, sesuai kesepakatan, bus AKAP wajib masuk Terminal Bus Jatijajar mulai 13 Maret 2019 dan bus AKDP sejak 13 April 2019.
Dia menegaskan, siapapun yang melanggar ketentuan itu akan ditindak tegas. Bagi yang membandel terancam sanksi hingga pencabutan izin trayek.
"Tidak ada toleransi bagi bus yang selama menunggu atau mencari penumpang di pool atau agen pinggir jalan, semua harus masuk ke dalam Terminal Bus Jatijajar," ujar Dadang.
Dengan hadirnya Terminal Jatijajar, diharapkan nantinya tidak ada lagi bus yang ngetem di sekitar Universitas Indonesia, pertigaan PAL Kelapa Dua, pinggir Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Juanda dan Jalan Raya Margonda.
Guna mencegah bus AKAP maupun AKDP membandel, jelas Dadang, tiap harinya petugas Dishub Kota Depok akan berpatroli di sejumlah kawasan, seperti pertigaan Jalan Juanda/Tol Cijago, pertigaan Simpang Depok, pertigaan Simpang Margonda, termasuk pool bus di samping kantor Wali Kota Depok. (Adv/gps)

Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved