Breaking News:

Operasi Keselamatan Jaya 2019

Sebanyak 1.020 Pengendara Ditilang pada Hari Pertama Operasi Keselamatan Jaya

Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2019 dalam dua pekan ke depan yakni mulai Senin 29 April 2019 sampai 12 Mei 2019 mendatang.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Sejumlah petugas Satgas Sterilisasi Jalur Busway Satlantas Jakarta Timur menilang sejumlah pengendara motor karena melintasi jalur busway di ruas Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Rabu (13/3). 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2019 dalam dua pekan ke depan yakni mulai Senin 29 April 2019 sampai 12 Mei 2019 mendatang.

Pada hari pertama operasi Senin (29/4/2019), Ditlantas Polda Metro Jaya menilang sebanyak 1.020 pengendara roda dua dan roda empat yang melakukan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Selain itu petugas juga tercata melakukan teguran sebanyak 3.942 kali ke pengendara.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menjelaskan pada hari pertama operasi Senin, pihaknya melakukan tilang ke pengendara baik roda dua dan roda empat sebanyak 1.020 perkara pelanggaran lalu lintas dan melakukan teguran ke 3.942 pengendara.

Dari 1.020 penindakan berupa tilang itu kata Yusuf, sebanyak 693 pelanggaran dilakukan pengendara roda dua atau sepeda motor, sementara sisanya sebanyak 327 pelanggaran dilakukan pengendara roda empat atau mobil.

"Jadi sekitar 61 persen pelanggaran yang kami tilang di hari pertama operasi ini, dilakukan oleh pengendara sepeda motor," kata Yusuf kepada Warta Kota, Senin (29/4/2019).

Untuk 693 pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor kata Yusuf tercatat jenis pelanggaran yang paling banyak dilakukan adalah melawan arus yakni sebanyak 157 pelanggaran.

Lalu pelanggaran rambu dilarang parkir sebanyak 143 perkara, tidak menggunakan helm sebanyak 126 perkara, kelengkapan surat 95 perkara, tidak menyalakan lampu utama sebanyak 79 perkara, melanggar lampu lalin sebanyak 31 perkara dan membonceng lebih dari 1 orang 7 perkara.

"Pelanggaran melawan arus adalah yang paling banyak kita tindak dengan tilang. Sebab pelanggaran ini sangat berbahaya dan memicu kecelakan lalu lintas. Selain membahayakan diri sendiri, mereka juga membahayakan jiwa orang lain," kata Yusuf.

Sementara untuk 327 kendaraan roda empat atau mobil yang ditindak dengan tilang, kata Yusuf, terdiri dari 266 mobil penumpang, 19 unit bus dan 42 mobil barang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved