Banjir Bekasi

Ini Penyebab Banjir di Jatimulya Bekasi Lebih Cepat dan Parah

Ini Penyebab Banjir di Jatimulya Bekasi Lebih Cepat dan Parah. Simak penjelasan selengkapnya di dalam berita ini.

Ini Penyebab Banjir di Jatimulya Bekasi Lebih Cepat dan Parah
Warta Kota/Fitriyandi al Fajri
Banjir di Jatimulya, Bekasi.

WARGA Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengaku banjir di permukimannya merupakan hal yang lumrah bila hujan deras mengguyur di wilayah setempat.

Namun banjir yang menerjang pada Ahad (29/4) petang kemarin lebih cepat karena dipicu adanya saluran di Jalan Nusantara 13 yang jebol akibat tidak mampu menahan debit air.

"Kalau hujan deras turun sampai tiga jam lebih pasti banjir dari lutut sampai pinggang orang dewasa. Tapi banjir yang kemarin (Ahad, 28/4) lebih cepat karena ada saluran yang jebol di Jalan Nusantara 13," kata Bagas (24) warga Jalan Nusantara 13, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (29/4).

Bagas merupakan warga Jatimulya yang videonya direkam oleh kawannya, Kamal Rachmansyah saat tengah menyantap mie ayam di tengah banjir setinggi 60 sentimeter. Video tersebut kemudian viral di media sosial Facebook maupun Instagram.

Karyawan swasta yang bekerja di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini mengaku banjir yang merendam permukimannya sudah surut pada Senin (29/4) pukul 10.00. Hal itu diperoleh berdasarkan informasi yang ia terima dari keluarganya yang ada di rumah.

"Banjir terjadi di Jalan Nusantara 5 sampai 13. Kondisi banjir yang parah ada di Jalan Nusantara 12 dan 13," ungkapnya.

Dia menjelaskan, rusaknya saluran menuju Kalimalang itu terjadi pada Sabtu (27/4) siang. Diduga karena tidak mampu menahan debit air yang datang dari daerah Rawalumbu, maka beton saluran jebol sehingga air meluber ke permukiman warga.

"Air datang dari Rawalumbu terus lewat Jatimulya menuju Kalimalang. Cuma karena tanggulnya rusak, maka air dari Rawalumbu meluber ke permukiman warga," ungkapnya.

Warga lainnya, Kamal Rachmansyah berharap agar pemerintah daerah setempat bisa segera memperbaiki saluran yang rusak. Sebab bila hal itu dibiarkan, dia khawatir banjir akan meluas dan memakan waktu yang cukup lama untuk surut menuju Kalimalang.

"Kalau di Jalan Nusantara 5, banjir surut jam 02.00 dini hari, tapi untuk Jalan Nusantara 12 dan 13 sekitar jam 09.00-10.00," imbuhnya.

Pantauan di lapangan, panjang tanggul yang jebol sekitar lima meter. Awalnya ketinggian tanggul mencapai 100 sentimeter dari permukaan jalan. Namun karena tanggul jebol, maka air yang ada di saluran itu naik ke permukiman warga.

Namun Senin (29/4) siang, banjir yang merendam permukiman warga setempat telah surut. Secara perlahan air yang melanda permukiman warga masuk ke dalam saluran itu untuk dibuang ke Kalimalang. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved