Bunuh Diri

Gendong Bayi 4 Bulan, Seorang Ibu Terjun dari Jembatan Serayu Cilacap, Kenali Gejala Baby Blues

Gendong Bayi 4 Bulan, Seorang Ibu Terjun dari Jembatan Serayu Cilacap, Kenali Gejala Baby Blues

Gendong Bayi 4 Bulan, Seorang Ibu Terjun dari Jembatan Serayu Cilacap, Kenali Gejala Baby Blues
Tribun Jateng/Permata Putra Sejati
Warga di atas Jembatan Serayu sesaat setelah kejadian diduga seorang ibu dan anaknya bunuh diri terjun dari jembatan Serayu, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (27/4/2019). 

Peristiwa seorang ibu yang terjun ke Sungai Serayui dengan menggendong anaknya di Jembatan Maos Sungai Serayu, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, menjadi perhatian publik.

SP (30) diketahui menggendong anaknya yang berusia 4 bulan, YP.  Peristiwa terjadi pada Sabtu (27/4/2019).

Sebelum memutuskan bunuh diri, rupanya SP dikenal pendiam sejak mengandung buah hati.

Ikhsan Juwadi selaku Ketua RT 2 RW 4 Desa Karangreja, Kecamatan Maos mengungkapkan tingkah laku korban sebelum kejadian.

"Semenjak mengandung dia memang terlihat menjadi pendiam. Jarang keluar rumah dan bertemu warga.Ketika ditanya dia hanya diam seperti orang bingung," ungkap Ikhsan Juwadi kepada Tribunjateng.com, Sabtu (27/4/2019).

Kasus seorang ibu yang mengalami depresi semenjak memiliki anak bukan lah hal yang tabu.

Saat seorang ibu merasa sedih bahkan tertekan usai melahirkan, hal itu bisa mengantarkan ibu pada gangguan kejiwaan berupa baby blues syndrome.

Baby blues syndrome adalah perasaan yang sangat sedih di hari-hari setelah bayi lahir dan itu sangat normal.

Dilansir dari cussonsbaby, ciri-ciri baby blues yang paling umum adalah seorang ibu akan merasa mudah menangis, mudah tersinggung, dan sedikit tertekan.

Jika seorang istri yang baru melahirkan mengalami gejala di atas, maka para suami harus waspada dengan perkembangan emosi sang istri.

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved