Pasar Modal

Strategi Otoritas Pasar Modal Memperluas Market di Daerah, Bentuk Perusahaan Efek Daerah

Strategi Otoritas Pasar Modal Memperluas Market di Daerah, Bentuk Perusahaan Efek Daerah.

Strategi Otoritas Pasar Modal Memperluas Market di Daerah, Bentuk Perusahaan Efek Daerah
thinkstockphotos
Ilustrasi. Otoritas pasar modal terus melancarkan strategi-strateginya untuk bisa memperluas market di daerah. Tujuannya untuk mendorong kemajuan pasar modal baik dari sisi supply maupun demand. 

Mendorong perusahaan besar agar dapat menghimpun permodalan di pasar efek.

Perusahaan efek daerah akan berperan sebagai distribution channel pasar modal di daerah.

Berdirinya perusahaan efek daerah nantinya pendapatan daerah juga berpotensi terdongkrak. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Otoritas pasar modal terus melancarkan strategi-strateginya untuk bisa memperluas market di daerah.

Tujuannya untuk mendorong kemajuan pasar modal baik dari sisi supply maupun demand.

Dari segi supply misalnya, Otoritas Jasa Keuangan bersama PT Bursa Efek Indonesia atau BEI beserta SRO perusahaan seperti KSEI dan KPEI, terus mendorong perusahaan-perusahaan besar agar dapat menghimpun permodalan di pasar efek.

Kustodian Sentral Efek Mempermudah Persyaratan Jadi investor di Pasar Modal

Tahun ini, BEI menargetkan akan ada 75 calon perusahaan tercatat yang akan melantai di bursa.

Untuk menggenapinya, salah satu upaya yang dilakukan oleh otoritas terkait adalah dengan menjalin kerjasama dengan beberapa perbankan.

Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen, mengatakan, kerjasama tersebut meliputi penyampaian informasi mengenai debitur-debitur bank dari perusahaan yang berpotensi untuk masuk ke bursa.

Hasil Pertemuan Puncak Antara Donald Trump dan Kim Jong Un

"Nantinya otoritas terkait bersama perbankan akan melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk dapat mendorong dan merealisasikan rencana perusahaan untuk melantai di bursa," kata Hoesen, Jumat (26/4/2019).

Tak hanya dari sisi supply, otoritas juga berusaha untuk meningkatkan jumlah permintaan.

Satu di antara implementasinya dengan mendirikan perusahaan efek daerah.

Yuk Lihat Tokoh Film Avangers: Endgame di Summarecon Mal Kelapa Gading

Perusahaan efek daerah (PED) ini nantinya akan berperan sebagai distribution channel pasar modal di daerah.

Pembentukan perusahaan efek daerah memberikan potensi besar dari segi bisnis, karena perusahaan efek daerah dapat melakukan kegiatan sebagai perantara pedagang efek (broker/dealer) dan agen penjual efek reksadana (APERD).

Nantinya perusahaan efek daerah juga dapat menjadi penyelenggara equity crowd funding (ECF) dan memberikan pembiayaan atas transaksi bursa.

Film Avengers: Endgame Cetak Rekor, Hari Pertama Mendapatkan Pemasukan Rp 2,4 Triliun

Ke depan Otoritas Jasa Keuangan akan terus mendorong pendirian perusahaan efek daerah.

Hal tersebut akan dilakukan dengan berbagai cara mulai dari sosialisasi hingga teknis pendirian yang dijanjikan akan lebih ringan.

"Untuk pendirian perusahaan efek daerah, modal kerja bersih disesuaikan perusahaan sebesar Rp 3,75 miliar. Sedangkan untuk modal disetor yakni sebesar 5 miliar," tutur Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan Hukum Sektor Jasa Keuangan, Arief Rachmat Permana.

Manfaatkan Film Avengers:Endgame, Pengadilan China Umumkan Penunggak Utang di Bioskop

Potensi pendirian perusahaan efek daerah itu tidak hanya menarik bagi para calon perusahaan efek, namun juga bagi pemerintah daerah.

Dengan berdirinya perusahaan-perusahaan efek daerah ini, nantinya pendapatan daerah juga berpotensi terdongkrak.

"Itu karena bank pembangunan daerah (BPD) juga bisa menjadi pihak pengelola rekening dana nasabah saham. Ke depan bisa juga dikembangkan untuk mengelola obligasi, sukri, dan instrumen investasi lainnya," kata Arief.

Ada 11 Kepribadian Bisa Menghancurkan Bisnis Anda, Jangan Anggap Sepele

Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul KSEI resmikan simplifikasi pembukaan rekening saham

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved