Penguatan Riset, Kemenristekdikti Kerjasama dengan NWO

Kerja sama itu berupa menggelar seminar umum dan workshop bertajuk Working Towards Resilent Societies pada 23-25 April 2019 di Jakarta.

Penguatan Riset, Kemenristekdikti Kerjasama dengan NWO
Wartakotalive.com/Dody Hasanuddin
Suasana seminar umum dan workshop bertajuk Working Towards Resilent Societies pada 23-25 April 2019 sebagai bagian kerjasama Kemenristekdikti dengan Netherlands Organisatixwwon for Scientific Research (NWO) untuk menguatkan riset di Indonesia. 

PALMERAH,WARTAKOTALIVE.COM - Untuk menguatkan riset di Indonesia, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Netherlands Organisatixwwon for Scientific Research (NWO).

Kerja sama itu berupa menggelar seminar umum dan workshop bertajuk Working Towards Resilent Societies pada 23-25 April 2019 di Jakarta.

Seminar ini merupakan kick off dari kerja sama pendanaan riset Indonesia - Belanda yang kegiatannya akan dimulai pada tahun 2019 hingga 2026.

Dalam seminar tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Belanda, NWO,
Kemenristekdikti, dan tim interdisipliner dari komunitas ilmiah.

Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Prof Dr Ocky Karna Radjasa, M.Sc, menyatakan bahwa kerja sama ini dilakukan untuk terus mendorong penguatan riset dan pengembangan teknologi di Indonesia.

Kerja sama ini juga iharapkan dapat meningkatkan kualitas output penelitian dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

"Joint research ke depannya diharapkan lebih baik dari sisi penyelenggaraannya maupun target impact- nya," kata Ocky.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, menambahkan bahwa aktifnya kegiatan riset dapat berdampak pada semakin baiknya kualitas pendidikan.

Sebab itu juga peneliti harus melibatkan para pihak terkait sejak awal.

Sebelumnya pada Desember 2018, NWO dan Kemenristekdikti) memutuskan untuk mendanai enam proyek riset dalam program kerja sama Indonesia dan Belanda.

Fokus dari proyek transdisipliner ini tertuju pada ketahanan pangan, pengelolaan air, dan supremasi hukum dalam kerangka masyarakat.

Hari pertama kegiatan workshop menitikberatkan kepada kegiatan brainstorming yang diharapkan terciptanya diskusi dan kolaborasi dari para peserta.

Di hari kedua, proyek-proyek riset yang telah didiskusikan akan ditempatkan ke dalam konteks yang lebih luas yaitu kerja sama internasional antara Indonesia dan Belanda yang berfokus pada kestabilan rantai makanan, air sebagai ancaman dan kebutuhan hidup, dan
pengembangan tata kelola yang inklusif.

Riset Indonesia dan Belanda adalah untuk memberikan solusi di bidang ketahanan pangan, pengelolaan air, dan supremasi hukum.

Kegiatan berbagi ilmu pengetahuan dan riset sangat penting untuk meningkatkan dampak proyek penelitian serta memberikan solusi kepada para pihak yang terlibat dalam proses penyusunan kebijakan. (DOD)

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved