Berita Video

VIDEO: Rumah Roboh di Joharbaru, Saksi Mata Korban Luka Sebut Dengar Suara Gemuruh

"Saat itu saya di rumah, lagi dibawah, lalu denger kayak suara gemuruh, nah anak saya yang laki itu ada di atas, dia teriak minta tolong 'pak tolong i

Ambruknya sebuah rumah di Jalan Keramat Pulo Gundul, RT 004/010, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat menyebabkan 10 orang luka-luka dan 3 diantara tewas meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Satu diantara korban meninggal merupakan pengemudi angkot yang tengah melintas di lokasi. Kini jenazah maupun korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo guna dilakukan perawatan medis.

Syarif (55) salah satu warga mengatakan peristiwa tersebut terjadi Jumat (26/4) sekitar pukul 11.00.

Saat itu dirinya tengah berada di dalam rumah, tepat di samping rumah yang roboh. Kini rumahnya bagian belakang pun rusak akibat tertimpa material bangunan.

"Saat itu saya di rumah, lagi dibawah, lalu denger kayak suara gemuruh, nah anak saya yang laki itu ada di atas, dia teriak minta tolong 'pak tolong in pak,'. Baru setelah itu saya coba keatas tolongin," kata Syarif saat ditemui, Jumat (26/4/2019).

VIDEO: Warga Cililitan Andalkan Karang Taruna untuk Evakuasi Pakai Perahu Karet

Ketika itu diungkapkan Syarif, ia melihat anaknya tertimpa material bangunan, ia pun berusaha mencoba mengangkat puing-puing yang menimpa anaknya tersebut. Beruntung beberapa warga pun membantu dirinya hingga anaknya berhasil di evakuasi.

Menurut Syarif, luka yang diderita anaknya tidak begitu parah meski sempat dilarikan ke rumah sakit Cipto, namun ia mengaku saat ini anaknya telah kembali ke rumah untuk menjalani rawat jalan.

VIDEO: Sopir Angkot, Lansia dan Balita Tewas Akibat Rumah Roboh di Johar

"Untung ada bambu, jadi anak saya ini ngak sampai ketiban, kalo ngak ada saya ngak tahu itu nasibnya bagaimana," ujarnya.

Menurut Syarif, bangunan yang runtuh memang masih dalam proses renovasi, karena bangunan itu direncanakan akan dibangun kost-kostan berlantai 3. Dirinya menduga ambruknya rumah tersebut karena pondasi bangunan yang tidak kokoh.

"Pondasi corak ini tidak kuat, cuma disamping aja, yang disana ngak ada corannya. Makannya ambruknya ke rumah saya, karena disebelah sana kan kehalang rumah," katanya.

Menurut saat proses renovasi ada 5 pekerja bangunan yang bekerja, saat kejadian kelima pekerja tersebut tengah berada di atas, sehingga ketika ambruk mereka tidak tertimpa bangunan yang ada.

VIDEO: Sampah Menumpuk di Kampung Melayu Akibat Hanyut Terseret Banjir

Hanya saja menurut Syarif, Anna (50) dan Hilmi seorang balita yang Tewas tertimpa bangunan tengah berada di disalah satu kontrakan tepat di samping rumah yang roboh tersebut. Korban tak dapat diselamatkan karena telah terhimpit bangunan.

Hingga saat ini dirinya mengaku masih shock akan peristiwa yang menimpanya. Sementara itu beberapa petugas hingga sore ini masih berupaya mengevakuasi puing-puing reruntuhan. (JOS)

Berikut nama-nama korban;
1. Doni Pakpahan (49) supir mikrolet (meninggal).
2. Kristanto (24).
3. Kristus dan (24).
4. Assifa Syahsyahputra (17)
5. Syarifudin
6. Aditya Drastis
7. Nur Diayana
8. Madura
9. Ardi
10. M. Sholeh
11. Anna (50) (meninggal)
12. Hilmi (meninggal)
13. Belum diketahui identitasnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved