Pemilu 2019

Situng KPU Bukan Satu-satunya Alat Perhitungan Hasil Pemilu Nasional

KPU katanya membuka layanan pengaduan yang terbuka. Sehingga setiap pihak dapat melaporkan apabila menemukan adanya kesalahan dalam proses penginputan

Situng KPU Bukan Satu-satunya Alat Perhitungan Hasil Pemilu Nasional
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ketua KPU, Arief Budiman 

MENTENG, WARTAKOTALIVE.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman Memaparkan aplikasi Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bukan merupakan satu-satunya alat perhitungan suara Pemilu Nasional.

Situng, katanya hanya sebagai alat untuk menyediakan informasi secara cepat.

Dijelaskannya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang pemungutan, penghitungan, rekapitulasi, dan penetapan hasil pemilu dilakukan secara berjenjang berdasarkan berita acara yanv dibuat mulai dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), kecamatan, kota, provinsi hingga nasional.

Berita acara tersebut dituangkan dalam Form C1 pada tingkat TPS yang direkap pada tingkat kecamatan dalam Form DA.

Form DA kemudian direkap pada tingkat kabupaten atau kota dalam bentuk Form DB yang kemudian dibawa ke tingkat Provinsi untuk dilaporkan dalam Form DC.

"Form DC di masing-masing provinsi itu dibawa ke rekap nasional dan ditetapkan KPU sebagai hasil pemilu secara nasional. Informasi yang disediakan KPU melalui situng adalah informasi untuk mempercepat penyampaian hasil pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara kepada masyarakat," jelasnya kepada wartawan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (26/4/2019).

Dengan begitu, lanjutnya, penyampaian informasi terkait rekapitulasi suara menjadi cepat.

Aplikasi Situng Pemilu 2019 pun dapat menjadi alat kontrol bagi banyak pihak.

"Bagian KPU jadi alat kontrol kalau ada petugas kita yang salah dan nakal. Kalau sekarang ada yang dituduh curang-curang kita bisa ngontrol juga dari situ. Bagi peserta pemilu, anda bisa lihat juga sekarang bener ngga suara anda di situ seperti itu, ada yang dikurangi nggak? ditambah nggak? jangan hanya kalau suaranya dikurangi terus dilaporkan, kalau ditambah juga dilaporkan lah, supaya semuanya hasilnya sama persis dengan saat pemungutan suara," jelas Arief.

"Bagi pihak keamanan, informasi ini juga sangat penting. Dia akan tahu perkembangan hasil perhitungan di mana? dapat suara berapa? harus melakukan tindakan bagaimana. Bagi pelaku bisnis dia juga akan tahu, oh kalau dia menang visi misinya apa?kebijakannya apa? harus merespon bagaimana? kemudian bagi masyarakat juga gitu. Saya kemarin memilih siapa, perolehan suaranya berapa? saya harus merespons seperti apa?," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved