Pilpres 2019

Persaudaraan Alumni 212 Bakal Gelar Ijtima Ulama Jilid Tiga Bahas Dugaan Kecurangan Pemilu 2019

KETUA Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menyebut pihaknya bakal menggelar ijtima ulama jilid tiga.

Persaudaraan Alumni 212 Bakal Gelar Ijtima Ulama Jilid Tiga Bahas Dugaan Kecurangan Pemilu 2019
TRIBUNNEWS/REZA DENI
KETUA Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif 

KETUA Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menyebut pihaknya bakal menggelar ijtima ulama jilid tiga, untuk membahas penyelenggaraan Pemilu 2019.

Slamet Maarif mengungkapkan, para ulama yang selama ini tergabung dalam gerakan 212, telah menggelar pertemuan.

Pertemuan tersebut salah satunya membahas soal penyelenggaraan Pemilu 2019.

Prabowo Sangat Yakin Bisa Rebut 63 Persen Suara, Ini Alasannya

"Yang jelas kemarin kita sudah ada pertemuan dengan ulama-ulama 212 di Hotel Alia, dan insyaallah kita dalam waktu dekat kita akan ada pertemuan, akan undang wartawan untuk jumpa pers," ujar Slamet Maarif di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran, Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Dalam pertemuan itu, PA 212, menurut Slamet Maarif, meminta masukan para ulama di sejumlah daerah, seputar penyelenggaraan Pemilu 2019.

Karena, katanya, ulama-ulama tersebut mendapatkan laporan dari santri dan jemaahnya, seputar penyelenggaraan Pemilu 2019 dan dugaan kecurangan di dalamnya.

Ini Dua Rekomendasi Bawaslu kepada KPU Terkait Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Dari pertemuan dengan sejumlah ulama tersebut, menurut Slamet Maarif, disepakati akan adanya pertemuan besar membahas Pemilu 2109, dan kemungkinan akan digelar ijtimak ulama ketiga.

"Dan disepakati langkahnya harus ada pertemuan besar, semacam ijtimak ulama, mungkin yang ketiga, untuk menggelar itu semua," kata Slamet Maarif.

"Sehingga, kita punya rujukan, baik payung hukum ataupun secara syariinya, secara syariatnya, Itu sudah kita siapkan," sambungnya.

Moeldoko Ungkap Raja Arab Saudi Banyak Bicara Saat Makan Malam Bareng Jokowi, Beda Saat di Indonesia

Sedangkan terkait imbauan rekonsiliasi pasca-Pemilu 2019, menurut Wakil Ketua BPN itu, pihaknya tidak akan menggubrisnya.

Karena, menurut Slamet Maarif, tidak ada rekonsiliasi untuk setiap kecurangan yang dilakukan di Pemilu 2019.

"Segala bentuk kecurangan tidak ada rekonsiliasi. Kita tidak akan pernah ada rekonsiliasi dengan kecurangan apa pun. Jadi kita saat ini adalah pertempurannya melawan segala bentuk kecurangan," tegasnya.

Ini Doa Khusus Cawagub DKI Ahmad Syaikhu Sebelum Mencoblos

Slamet Maarif juga menyebut calon presiden Prabowo Subianto mendengarkan saran ulama 212, untuk tidak menemui utusan Jokowi.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Jokowi telah mengirimkan utusan untuk bertemu Prabowo. Namun, hingga kini pertemuan tersebut belum terjadi.

"Ya beliau kan selama ini dengar saran ulama. Ulama menyarankan jangan bertemu dulu," ucap Slamet Maarif.

Datang ke TPS Tak Naik Kuda, Prabowo Joget Gatot Kaca Lalu Gendong Anak Kecil

Menurut Slamet Maarif, para ulama bukan melarang Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan Jokowi atau utusannya.

Namun, kondisinya saat ini sedang penghitungan suara. Sehingga, menurutnya, sebaiknya semua pihak fokus pada penghitungan suara.

"Biarkan fokus dengan pekerjaannya masing-masing, dan alhamdulillah beliau ikut saran itu demi kebaikan bersama, insyaallah," cetusnya.

Sebelum Mencoblos, Anies Baswedan Diskusi dengan Putranya yang Baru Pertama Kali Memilih

Para ulama, menurutnya, menyarankan Prabowo Subianto untuk menerima ajakan pertemuan, setelah proses penghitungan suara di KPU rampung.

"Ya kalau bertemu kan, apalagi sama anak bangsa, warga negara, sesama muslim, ya silakan saja. Tapi ini kan sedang dalam proses. Jadi kita juga menyarankan kepada Pak Prabowo, nanti sajalah kalau sudah ada keputusan resmi baru ketemu," paparnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Djoko Santoso, mengajak para relawannya untuk terus berjuang mengawal proses penghitungan suara Pilpres 2019.

Pasien Disabilitas Mental Ini Pilih Barack Obama di Pemilu 2019

Hal itu disampaikan Djoko Santoso dalam acara syukuran dan konsolidasi pengawalan pemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4/20219).

Djoko Santoso meminta relawan pendukung untuk tidak kompromi dalam memperjuangkan pemenangan Prabowo-Sandi.

Djoko Santoso lantas mencontohkan Prabowo Subianto yang tidak berkompromi dan menolak utusan Jokowi yang ingin bertemu usai Pilpres 2019.

Ratna Sarumpaet: Kamu Pilih Siapa? Hati-hati Memilih Lho

"Tidak ada kompromi. Syukur alhamdulillah (Prabowo Subianto) itu menolak utusan-utusan itu. Pak Prabowo setia kepada kita semua, dan kita harus setia kepada Prabowo-Sandi," tuturnya.

Djoko Santoso mengatakan, dalam memperjuangkan kemenangan, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, katanya, konstitusi Indonesia menjamin kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul.

"Saudara-saudara tidak perku takut, khawatir, karena berserikat, berkumpul menyatakan pendapat, baik tulisan atau lisan, itu dilindungi UUD 1945 atau konstitusi kita," bebernya.

Mencoblos Bersama Istri, Maruf Amin: Ini Pencoblosan Paling Nikmat

Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Hashim Djojohadikusumo mengatakan, salah satu utusan Jokowi yang akan menemui Prabowo Subianto adalah Menko Maritim yang juga Ketua Relawan TKN Jokowi-Maruf Amin Bravo 5 Luhut Binsar Panjaitan.

Pertemuan awalnya akan digelar pada Minggu (21/4/2019) pekan lalu, namun urung terjadi.

Sandiaga Uno Siap Bertemu Maruf Amin Kapan Saja

Sementara, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai, pertemuan antara dirinya dan cawapres nomor urut 01 Maruf Amin, tak perlu menunggu penghitungan suara Pemilu 2019 selesai.

Karena, ia menilai dirinya memiliki kapasitas sebagai murid, ketika ingin bersilaturahmi dengan gurunya, yaitu Maruf Amin.

“Tidak perlu (menunggu penghitungan selesai). Ini kan silaturahmi antara murid yang ingin bertemu gurunya,” cetus Sandiaga Uno di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/4/2019).

Ditanya Apakah Bisa Menjamin Pemilu Tidak Chaos, Prabowo: Saya Enggak Punya Kekuasaan

Sandiaga Uno juga mengatakan pertemuan tersebut tak perlu melibatkan perantara.

Ia memastikan jika pertemuan itu terjadi, maka hanya sebatas silaturahmi dan tak ada istilah kompromi politik.

“Kita tidak bicara kompromi, hanya silaturahmi dan tak perlu perantara. Kalau membicarakan Pemilu 2019 pasti karena ada banyak masalah, seperti dugaan pengurangan atau penambahan suara yang harus menjadi fokus kami berdua juga, Pak Joko Widodo dan Pak Prabowo Subianto,” bebernya.

KPU Afganistan Pertimbangkan Pakai Kotak Suara Berbahan Karton Seperti Indonesia

Sandiaga Uno pun menegaskan dirinya siap bertemu Maruf Amin kapan pun.

“Kalau beliau telepon saya ingin ketemu sekarang, saya langsung meluncur,” tegasnya.

“Saya kapan pun siap. Anytime kalau beliau telepon ingin ketemu sekarang, saya langsung berangkat. Beliau ingin ketemu pukul berapa pun saya langsung berangkat,” tegasnya lagi kepada awak media.

Demi Jaga Istri Tercintanya, SBY Rela Setiap Hari Tidur di Sofa Rumah Sakit

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, pertemuan dan kesempatan berbincang dengan Maruf Amin adalah sebuah momen yang sudah lama ia tunggu.

Bahkan, ia mengaku sudah meminta bertemu langsung dengan Maruf Amin sejak Agustus 2018.

“Sejak awal kampanye pada Agustus 2018, saya sudah berupaya ketemu beliau lewat Ustaz Yusuf Mansur, tapi belum ada respons," ungkapnya.

BREAKING NEWS: Ketua KPPS Ditusuk Anak Ketua RT di Depan TPS

"Lalu pada saat kampanye damai, saya juga langsung katakan ke beliau untuk bertemu dan minta arahan tapi belum terlaksana. Tentu ini akan jadi momen yang saya tunggu sejak lama,” tambahnya.

Pertemuan antara dirinya, Maruf Amin, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto nantinya, menurut Sandiaga Uno, harus fokus membicarakan temuan masyarakat, seperti dugaan penambahan dan pengurangan suara.

"Itu harus menjadi fokus kita bersama. Untuk membahas itu saya usulkan tak perlu ada perantara, langsung saja ketemu,” ujarnya.

Titiek Soeharto: Saya Prihatin, Biaya Pemilu Begitu Besar Kotaknya Cuma Kardus Kayak Mau Pindahan

Sebelumnya pada Senin (22/4/2019) lalu, Maruf Amin mengatakan pihaknya sedang berupaya untuk bertemu langsung dengan Sandiaga Uno.

Sedangkan sebelumnya Jokowi mengaku sudah mengirim utusan untuk bertemu Prabowo Subianto, guna melaksanakan rekonsiliasi. (Taufik Ismail/Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved