Pilpres 2019

Persaudaraan Alumni 212 Bakal Gelar Ijtima Ulama Jilid Tiga Bahas Dugaan Kecurangan Pemilu 2019

KETUA Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menyebut pihaknya bakal menggelar ijtima ulama jilid tiga.

Persaudaraan Alumni 212 Bakal Gelar Ijtima Ulama Jilid Tiga Bahas Dugaan Kecurangan Pemilu 2019
TRIBUNNEWS/REZA DENI
KETUA Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif 

Sementara, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai, pertemuan antara dirinya dan cawapres nomor urut 01 Maruf Amin, tak perlu menunggu penghitungan suara Pemilu 2019 selesai.

Karena, ia menilai dirinya memiliki kapasitas sebagai murid, ketika ingin bersilaturahmi dengan gurunya, yaitu Maruf Amin.

“Tidak perlu (menunggu penghitungan selesai). Ini kan silaturahmi antara murid yang ingin bertemu gurunya,” cetus Sandiaga Uno di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/4/2019).

Ditanya Apakah Bisa Menjamin Pemilu Tidak Chaos, Prabowo: Saya Enggak Punya Kekuasaan

Sandiaga Uno juga mengatakan pertemuan tersebut tak perlu melibatkan perantara.

Ia memastikan jika pertemuan itu terjadi, maka hanya sebatas silaturahmi dan tak ada istilah kompromi politik.

“Kita tidak bicara kompromi, hanya silaturahmi dan tak perlu perantara. Kalau membicarakan Pemilu 2019 pasti karena ada banyak masalah, seperti dugaan pengurangan atau penambahan suara yang harus menjadi fokus kami berdua juga, Pak Joko Widodo dan Pak Prabowo Subianto,” bebernya.

KPU Afganistan Pertimbangkan Pakai Kotak Suara Berbahan Karton Seperti Indonesia

Sandiaga Uno pun menegaskan dirinya siap bertemu Maruf Amin kapan pun.

“Kalau beliau telepon saya ingin ketemu sekarang, saya langsung meluncur,” tegasnya.

“Saya kapan pun siap. Anytime kalau beliau telepon ingin ketemu sekarang, saya langsung berangkat. Beliau ingin ketemu pukul berapa pun saya langsung berangkat,” tegasnya lagi kepada awak media.

Demi Jaga Istri Tercintanya, SBY Rela Setiap Hari Tidur di Sofa Rumah Sakit

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, pertemuan dan kesempatan berbincang dengan Maruf Amin adalah sebuah momen yang sudah lama ia tunggu.

Bahkan, ia mengaku sudah meminta bertemu langsung dengan Maruf Amin sejak Agustus 2018.

“Sejak awal kampanye pada Agustus 2018, saya sudah berupaya ketemu beliau lewat Ustaz Yusuf Mansur, tapi belum ada respons," ungkapnya.

BREAKING NEWS: Ketua KPPS Ditusuk Anak Ketua RT di Depan TPS

"Lalu pada saat kampanye damai, saya juga langsung katakan ke beliau untuk bertemu dan minta arahan tapi belum terlaksana. Tentu ini akan jadi momen yang saya tunggu sejak lama,” tambahnya.

Pertemuan antara dirinya, Maruf Amin, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto nantinya, menurut Sandiaga Uno, harus fokus membicarakan temuan masyarakat, seperti dugaan penambahan dan pengurangan suara.

"Itu harus menjadi fokus kita bersama. Untuk membahas itu saya usulkan tak perlu ada perantara, langsung saja ketemu,” ujarnya.

Titiek Soeharto: Saya Prihatin, Biaya Pemilu Begitu Besar Kotaknya Cuma Kardus Kayak Mau Pindahan

Sebelumnya pada Senin (22/4/2019) lalu, Maruf Amin mengatakan pihaknya sedang berupaya untuk bertemu langsung dengan Sandiaga Uno.

Sedangkan sebelumnya Jokowi mengaku sudah mengirim utusan untuk bertemu Prabowo Subianto, guna melaksanakan rekonsiliasi. (Taufik Ismail/Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved