Operasi Tangkap Tangan

KPK Dalami Aliran Uang untuk Menteri Agama Kasus Dugaan Penerimaan Suap Seleksi Jabatan

KPK Dalami Aliran Uang untuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait Kasus Dugaan Penerimaan Suap Seleksi Jabatan di lingkungan Kemenag 2018-201

KPK Dalami Aliran Uang untuk Menteri Agama Kasus Dugaan Penerimaan Suap Seleksi Jabatan
via Antaranews.com
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (ANTARA /Puspa Perwitasari) 

KPK Dalami Aliran Uang untuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  terkait Kasus Dugaan Penerimaan Suap Seleksi Jabatan di lingkungan Kemenag 2018-2019.

KPK masih akan memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag 2018-2019 terkait aliran uang yang diduga diterima politikus PPP itu.

"Memang tujuannya untuk mengonfirmasi aliran uang itu, tapi kalau yang bersangkutan masih sibuk kan harus kita maklumi juga, tapi nanti akan dipanggil lagi," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Pada Rabu (24/4/2019), seharusnya Lukman Hakim menjalani pemeriksaan di gedung KPK sebagai saksi.

Tapi seorang stafnya memberikan surat ke KPK untuk meminta izin tidak dapat memenuhi panggilan KPK karena ada kegiatan di Bandung.

UPDATE HITUNG FORM C1 Jumat Siang: Jokowi-Amin Tak Hanya Menang Tapi Juga Kuasai Mayoritas Kursi DPR

Warga Stres, Kemacetan Menggila Akibat Banjir di Tangerang

Syahrini Hamil, Ini Nama Panggilan Calon Anak Reino Barack dan Syahrini

"Waktu pemanggilan ulangnya saya kurang tahu, tapi nanti kita lihat saja," ungkap Basaria.

KPK dalam perkara ini menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Rommy, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Dinas Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi sebagai tersangka.

KPK juga sudah menggeledah ruang Menang Lukman Hakim yang merupakan kader PPP di Kemenag dan menyita sekitar Rp180 juta dan 30 ribu dolar AS.

Lokasi lain yang digeledah adalah kantor DPP PPP, yaitu ruangan ketua umum, bendahara dan administrasi.

Dalam kasus ini, Rommy diduga menerima uang Rp 250 juta dari Haris pada 6 Februari 2019.

KPK pertimbangkan "second opinion" untuk Rommy

Petugas KPK menunjukkan barang buti, antara lain berupa uang, yang disita saat OTT Romahurmuziy di Surabaya, Jumat (15/3).
Petugas KPK menunjukkan barang buti, antara lain berupa uang, yang disita saat OTT Romahurmuziy di Surabaya, Jumat (15/3). (Warta Kota/Adhy Kelana)
Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved