Bulan Suci Ramadan

Wali Kota: Tak Segan Tindak Pengusaha Hiburan Malam yang Langgar Aturan di Bulan Suci

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali berharap agar masyarakat muslim di Jakarta Selatan dapat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Wali Kota: Tak Segan Tindak Pengusaha Hiburan Malam yang Langgar Aturan di Bulan Suci
Warta Kota/Feryanto Hadi
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali meminta kepada para pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata, untuk dapat memahami Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. 

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali berharap agar masyarakat muslim di Jakarta Selatan dapat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

UNTUK itu, ia meminta kepada para pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata, untuk dapat memahami Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Pada Kamis (25/4/2019), puluhan perwakilan pengusaha hiburan diundang ke kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Mereka dijelaskan kembali soal aturan dalam Pergub Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, Standarisasi dan Sertifikasi Usaha Pariwisata, serta peraturan pada bulan suci Ramadhan 1440 H.

"Maksud kami mengundang kawan-kawan pengusaha bidang industri pariwisata ini untuk dapat menambah wawasan dan juga memberikan pemahaman beberapa aturan terkait dengan tempat-tempat hiburan," ujar Marlah.

UPDATE REAL COUNT Form C1 32 %: Prabowo-Sandi Kembali Rebut 1 Provinsi, Selisih Suara 5,6 Juta

Bachtiar Nasir Sebut Quick Count Mengandung Sihir Sains Lalu Ajak Pendukung Prabowo Usir Penjajah

Pablo Benua Komentari Tinta di Jari Prabowo Subianto Usai Mencoblos di TPS

Marullah menjelaskan, dalam menciptakan suatu tempat hiburan, tentu dibutuhkan suatu kreativitas dan juga inovasi.

Namun, dari kreativitas dan inovasi tersebut, juga tidak boleh berseberangan dengan peraturan tentang penyelenggaraan usaha pariwisata yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami meminta kepada pengusaha hiburan yang hadir pada kesempatan ini, memahami semuanya. Apalagi menjelang Bulan Suci Ramadhan ini ada batasan-batasan tertentu. Patuhi batasan-batasan itu. Mari kita ciptakan suasana kondusif di bulan suci ini," ajaknya.

Marullah menegaskan pihaknya tidak segan-segan menindak tempat hiburan malam yang kedapatan melanggar aturan.

Sanksi terberat yang akan diberikan yakni pencabutan izin usaha.

Sementara itu, salah satu narasumber dalam kegiatan ini, yakni Nursyam Daoed mengatakan, Pergub Provinsi DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018, berisi tentang berbagai peraturan yang mengatur apa saja yang harus dilakukan dan dihindari oleh para pelaku industri pariwisata di Jakarta.

"Praktekkan tata kelola penyelenggaraan usaha pariwisata yang baik, agar tercipta usaha industri pariwisata yang aman, nyaman, dan kondusif sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Nursyam Daoed.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved