Breaking News:

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Rp 200 Milliar yang Manfaatkan Momen Pemilu 2019

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Rp 200 Milliar yang Manfaatkan Momen Pemilu 2019. Simak kisah selengkapnya.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Polres Metro Jakarta Barat menunjukan sejumlah barang bukti pengungkapan kasus penyelundupan sabu jaringan Internasional. 

AKSI nyata dalam upaya memberantas peredaran narkotika di lingkungan wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat terus gencarkan.

Upaya itu dibuktikan oleh jajaran Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat dengan menggagalkan penyelundupan sabu dari jaringan Internasional bernilai Rp. 200 miliar..

"Ini jaringan dari Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesi. Barang ini dari Myanmar, kemudian lewat darat ke Thailand, lalu ke Malaysia, dan ke Indonesia menggunakan kapal lewat laut untuk membawa ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kamis (25/4/2019).

Penyelundupan itu rupanya tak terlepas moment pemilihan umum yang tengah dijalankan oleh masyarakat Indonesia, para pelaku memanfaatkan moment itu karena menganggap pengawasan petugas lemah.

Pengungkapan itu berawal dari informasi masyarakat jika akan ada narkotika yang masuk ke Indonesia. Berbekal informasi itu petugss melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan satu buat truk kontainer yang didalamnya membawa arang.

Setelah dilakukan pemeriksaan rupanya didalamnya truk itu terdapat lima karung sabu. Diduga tumpukan arang ini digunakan sebagai penyamaran agar dapat mengelabuhi petugas.

"Jadi intinya memanfaatkkan momen pemilu karena berpikir anggota smeua akan nge PAM, tapi ternyata tidak, anggota tetap memasang semua jaringan informasi sehingga kita visa dapatkan," kata Argo.

Dari penangkapan itu diamankan seorang supir dan juga kernet, setelah dilakukan pemeriksan yang mendalam, diketahui pemilik dari barang haram tersebut yang berinisial H dan M yang tengah berada di Pekan Baru. Para pelaku bukan kali pertama menyelundupkan barang haram ini, penyelundupan pernah dua kali dilakukan hingga ketiga kalinya berhssil diamankan.

"Barang bukti secara keseluruhan 120 kilogram yang semua dibawa oleh truk yang ada arangnya untuk mengelabui petugas, sehingga mau masuk ke Jakarta tapi ketangkap di Lampung" katanya.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan pengungkapan ini adalah bentuk strategi dalam upaya memerangi narkoba yang masuk ke Indonesia maupun yang ada di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat.

"Ini adalah salah satu strategi tim kami yaitu pre-entif strike. Kita serang sebelum sampai ke Jakarta. Karena apabila sudah sampai ke jakarta dan barang sudah dibagi, maka akan susah lagi ditangkap," kata Hengki.

Dilain sisi pihaknya ingin mengubah stigma masyarakat jika Jakarta Barat merupakan kawasan yang marak narkoba, apalagi narkoba kerap kali menjadi pemicu terjadinya tindak kejahatan, untuk dengan cara memerangi narkoba setidaknya dapat menurunkan angka kejahatan.

"Karena memang hasil analisa kami juga ternyata Narkoba erat kaitannya dengan kejahatan jalanan. Hampir semua pelaku kejahatan jalanan yang ada terjadi di jakbar bahkan kemarin yang ironis pelaku anak dibawah umur semunya sebelum melakukan kejahatannya menggunakan narkoba," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved