Ini Mekanisme Tilang Elektronik Bagi Pelanggar Lalu Lintas, 12 Kamera Pemantau Sudah Terpasang

10 kamera itu bakal merekam dan mencatat pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara.

Ini Mekanisme Tilang Elektronik Bagi Pelanggar Lalu Lintas, 12 Kamera Pemantau Sudah Terpasang
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, Kamis (25/4/2019). 

SEBANYAK 10 kamera pemantau tambahan dalam program sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) alias tilang elektronik, dipasang Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (25/4/2019).

10 kamera itu bakal merekam dan mencatat pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara.

Sebelumnya sejak Oktober 2018 lalu, Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan uji coba dengan memasang 2 kamera pemantu ETLE.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Ini Perannya

Dua kamera itu dipasang di perempatan Sarinah, Jakarta Pusat, dan di sekitar Patung Kuda atau di persimpangan antara Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Sedangkan 10 kamera pemantau tambahan dipasang di persimpangan, mulai dari Jalan Gadjah Mada sampai Jalan MH Thamrin, dan di persimpangan di sepanjang Jalan MH Thamrin sampai Jalan Jenderal Sudirman.

"Jadi sekarang totalnya ada 12 kamera pemantau yang dipasang untuk program ETLE ini, dari sebelumnya hanya 2 kamera pemantau," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf kepada Wartakotalive.com, Kamis (25/4/2019).

Ini Tiga Kategori Masyarakat yang Dibebaskan dari Kewajiban Bayar PBB-P2

"Ada penambahan 10 kamera pemantau yang sudah kami pasang di beberapa persimpangan, dan sedang kita sosialisasikan ke pengendara," sambungnya.

Sebanyak 10 kamera pemantau tambahan ini, lanjut Yusuf, dibuat lebih canggih, sehingga dapat merekam berbagai jenis pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara.

"Jika sebelumnya hanya bisa merekam pelanggaran lalu lintas berupa menerobos lampu merah dan pelanggaran marka jalan saja, saat ini bentuk pelanggaran lalin juga bisa terdata dan terekam secara otomatis," beber Yusuf.

Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja

Pelanggaran lalu lintas yang bisa terekam adalah menerobos lampu lalu lintas, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran marka jalan, pelanggaran batas kecepatan, tidak mengenakan sabuk keselamatan, serta pelanggaran menggunakan ponsel saat berkendara.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved